KEBHINEKAAN BANGSA KITA MERUPAKAN KURNIA TUHAN

Presiden Membuka MTQ Nasional Ke IX:

KEBHINEKAAN BANGSA KITA MERUPAKAN KURNIA TUHAN [1]

 

Jakarta, Kompas

Dengan mengucap “Bismillahir Rahmannir Rahim” Presiden Soeharto, Rabu malam, meresmikan dimulainya Musabaqoh Tilawatil Quran nasional ke IX di Samarinda. Presiden setelah memberi sambutan singkat diiringi Menteri Agama Mukti Ali dan Gubernur Kaltim Wahab Sjahrani, kemudian menekan tombol dan menyalakan semua lampu hias yang terpasang di stadion olahraga “Segiri” menerangi arena pembukaan yang dihadiri sekitar 80.000 orang. Suara adzan kemudian mengalun didengar khusyuk oleh para hadirin mengimbau memanggil ummat untuk bersembahyang.

Presiden dalam sambutannya menyatakan dalam masyarakat yang sedang membangun ini, kegiatan MTQ merupakan suatu kesatuan dari pembangunan manusia bangsa Indonesia. Hendaknya MTQ ini selain merupakan lomba seni baca Alquran juga menjadikan kita semua lebih memahami maksud dan makna kitab suci itu, dan kemudian mengamalkannya, “sebab memang itulah tujuan diturunkannya Alquran” demikian Kepala Negara.

Ia mengharap kegiatan seperti ini dapat kian meningkatkan ikut sertanya rakyat dalam pembangunan gotong royong dan kegairahan beragama. Disamping itu hendaknya juga dapat menggalang persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Indonesia dewasa ini, “Dasar negara Pancasila selama ini telah membuktikan kemampuan mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dengan tidak membeda­bedakan bahasa, suku maupun agama. kebhinekaan bangsa kita ini memang merupakan suatu kurnia Tuhan Yang Maha Esa,” demikian Presiden.

Upacara pembukaan MTQ nasional ke IX ini dihadiri oleh sejumlah menteri, gubernur dan duta besar negara sahabat. Penduduk yang datang tidak hanya berasal dari Samarinda saja, tapi juga dari kota-kota sekitarnya seperti Balikpapan dan Tenggarong. Suasana Kota Samarinda dalam hari-hari ini memang terasa meriah. Kontingen peserta yang belum berkesempatan. MTQ ini akan berlangsung sampai tanggal 4 Agustus dan piala bergilir Presiden hari Minggu telah tiba di Samarinda dari Palembang tempat diselenggarakannya MTQ ke-VIII.

Sambutan Menteri Agama

Menteri Agama Prof. Mukti Ali dalam sambutannya mengemukakan MTQ diadakan untuk merangsang minat membaca Alquran yang dilihat dari sudut pendidikan dan penghayatan agama mempunyai nilai ibadah dan makna yang dalam bagi perkembangan kepribadian seseorang muslim sebagai insan beragama. “Hal ini perlu di insyafi baik oleh para pelaksana maupun peserta MTQ sebab hila tidak, tidak mustahil nilai-nilai agama akan dikorbankan demi memperoleh kesemarakan lahiriyah”.

Ia menambahkan MTQ hendaknya memberi tempat bagi prakarsa-prakarsa kreatif untuk kesemarakan kehidupan agama di Indonesia. Tapi hal ini harus pula memperhatikan nilai-nilai agama agar tidak merusak sifat keagamaan dari MTQ. Seperti halnya Presiden, Menteri juga menekankan MTQ hendaknya tidak hanya menimbulkan minat baca Alquran tapi juga minat memahami dan mengamalkan ajaran­ajarannya.

Sungai Mahakam

Sebelum membuka MTQ tersebut, Presiden Rabu sore kemarin meresmikan pemakaian alur sungai Mahakam, yang telah selesai dikeruk meskipun mengalami kelambatan. Tapi penyempurnaan masih akan dilakukan terus biaya diperkirakan sekitar US$ 18 juta. Dengan selesainya pengerukan dari muara sampai kota Samarinda, sungai Mahakam yang tadinya paling hanya dapat dilayari kapal bertonage 2.500 ton, kini mampu menampung kapal berukuran 6.000 ton. Benda yang dikeruk meliputi 11 juta meter kubik lumpur dan 6,2 juta kubik batu-batu kecil. Pemerintah memberi prioritas pengerukan itu mengingat 60% ekspor kayu melalui alur tersebut.

Bulan April yang lalu Wakil Presiden juga telah meresmikan selesainya pengerukan muara sungai Kahayan di Kalimantan Tengah sehingga dapat dilalui kapal-kapal besar. Pengerukan seperti halnya di Mahakam juga penting artinya bagi pengeluaran hasil hutan, termasuk kayu. Dalam peresmian kemarin Presiden semalam naik kapal sebesar 600 DV dari dermaga Samarinda hilir, kemudian balik lagi.

Menurut rencana Presiden Soeharto dan rombongan sebelum kembali ke Jakarta Kamis ini akan meninjau kasi pemukiman kembali penduduk sepanjang sungai Mahakam di Data bilang serta meninjau proyek-proyek perhutani di Samarinda dan sekitarnya. (DTS)

Sumber: KOMPAS (29/07/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 181-183.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.