KEATING : SITUASI KERJASAMA RI-AUSTRALIA BERPROSPEK CERAH

KEATING : SITUASI KERJASAMA RI-AUSTRALIA BERPROSPEK CERAH[1]

 

Jakarta, Antara

Mantan Perdana Menteri Australia Paul Keating mengatakan kesepakatan kerjasama antara para menteri Indonesia dan Australia belum lama ini, dan keinginan untuk hal yang sama antara para pelaku bisnis kedua negara itu, menunjukkan saling percaya di antara keduanya yang makin meningkat.

Situasi kerjasama dan saling percaya yang makin meningkat ini menunjukkan hubungan antara kedua negara semakin cerah, terutama di bidang ekonomi, katanya Jumat, di Banjarwangunan, luar kota Cirebon, Jawa Barat.

Keating dan sekretarisnya Allan Gyngell, berada di luar kota Jakarta untuk meninjau lokasi peternakan sapi potong PT. Agro Suci Banjarwangunan, diantar pimpinan PT. ASB M. Soeparno (mantan Dirut Garuda), dan Sabam Siagian (mantan Dubes RI di Australia).

Mantan PM Australia ini berkereta api dari Jakarta, dan tiba di Cirebon, bersilaturahmi ke kantor Pembantu Gubernur Wilayah III Cirebon diterima Residen R.H. Unang Sunardjo SH, sekaligus mendapat penjelasan tentang pembangunan wilayah itu.

“Saya datang tidak untuk investasi.” katanya menjawab pertanyaan wartawan,

“Saya senang karena diundang bapak Soeparno,juga berbicara pada suatu pertemuan di Jakarta, apalagi bisa diterima Presiden Soeharto.” tutur Keating, yang telah beberapa kali datang di Indonesia.

“Saya bisa melihat daerah yang masih segar, dan hanya melakukan observasi terhadap potensi ekonomi terutama potensi peternakan dan pengembangan nya, juga pelabuhan yang akan dijadikan pelabuhan khusus ternak.”

“Cirebon tidak terlalu jauh dari Jakarta, mudah dicapai dengan KA, dan jalan tol yang segera rampung. Dengan potensi yang dimiliki, kalau infrastruktur ditingkatkan, apalagi harga tanah masih murah, manusianya cukup akrab, maka masa depan Cirebon cukup cerah.” tuturnya.

Merujuk ke AIDA

Khusus mengenai perkembangan peternakan di Indonesia, khususnya di Kawasan Indonesia Timur, dia mengulangi bahwa kesepakatan para menteri di antara kedua negara untuk mengembangkan wilayah ini merupakan jalan yang terbuka untuk bisa berbuat lebih baik.

“Saya juga setuju dengan pengembangan wilayah KTI dan sepakat kalau Australia bisa ikut bekerjasama membangun, terutama untuk pengembangan peternakan.”

“Saya tidak tahu, apakah semua pengalaman yang saya bawa sekembali dari kunjungan ini cukup menarik bagi pelaku ekonomi di Australia untuk ikut terjun dalam bisnis ini, katanya melalui Sabam Siagian, mantan Dubes RI di Australia yang menjadi pendamping sekaligus penerjemah.

Dalam keterangannya menjawab pertanyaan wartawan tentang kerjasama ekonomi kedua negara, dia selalu merujuk kepada kesepakatan kerjasama RI-Australia (AIDA) yang sepakat membentuk kerjasama sub regional pada 25 Oktober di Jakarta.

Menko Prodis Hartarto ketika itu mengatakan, wilayah Indonesia yang dimaksukkan ke dalam AIDA (Australia-Indonesia Development Area) adalah seluruh KTI ditambah Bali. Sedangkan untuk Australia, seluruh wilayahnya akan dimasukkan kedalam forum kerjasama ini.

Untuk mengkoordinasi kerjasama ini, Indonesia menunjuk Hartarto sedangkan Australia menunjuk Downer. Untuk menjabarkannya akan dibentuk kelompok kerja (working group).

Untuk  Indonesia, kelompok kerja ini mencakup para pejabat tingkat pusat dan daerah, sedangkan bagi Australia adalah pejabat pemerintah federal, negara bagian serta dunia usaha, dan bertugas selama enam bulan.

Downer mengatakan, AIDA merupakan kesepakatan untuk memperdalam dan memperluas hubungan ekonomi dan perdagangan.

Menurut Menlu Alatas, pembentukan AIDA ini adalah bagian terakhir dari usaha Indonesia membentuk forum kerjasama sub regional seperti Singapura-Johor Malaysia-Indoneisa (Sijori) serta beberapa forum sejenis ASEAN.

Sumber : ANTARA (01/11/1996)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 482-484.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.