KE SOLO NAIK KERETA ARGO LAWU, PAK HARTO ZIARAH KE ASTANA GIRI BANGUN

KE SOLO NAIK KERETA ARGO LAWU, PAK HARTO ZIARAH KE ASTANA GIRI BANGUN[1]

 

Solo, Merdeka

Pak Harto beserta keluarga berziarah ke makam Ibu Tien di Astana Giri Bangun, Solo kemarin. Rombongan berangkat dari Jakarta Sabtu malam dengan kereta api Argo Lawu, dan tiba di Solo Minggu pagi pukul 05.00 WIB.

Dari stasiun Solo Balapan Pak Harto bersama sejumlah cucunya naik mobil caravan, B 1835RE, yang dikemudikan Bambang Trihatmodjo. Tahun lalu Bambang juga mendapat tugas yang sama, yakni pada acara ziarah 100 hari almarhumah Ibu Tien.

Perjalanan rombongan Pak Harto dari Stasiun Solo Balapan ke Astana Giri Bangun, kemarin, merupakan rangkaian acara ziarah memperingati dua tahun (pendak pindo) wafatnya Ibu Negara, Hj. Fatimah Soeharto. Dan, yang cukup istimewa adalah merupakan kali pertama dilakukan dengan menggunakan kereta api Argo Lawu Jakarta-Solo.

Rombongan Pak Harto masuk Stasiun Solo-Balapan disambut oleh Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Mardiyanto, Kapolda Jateng Mayjen Noegroho Djayu sman, Gubernur Jateng Suwardi, Danrem 074 Warastrama Kol Sriyanto, Kapolwil Surakarta Kol. Riswahyono dan Walikotamadya Surakarta Imam Soetopo.

Tampak putra-putri Pak Harto yang ikut rombongan adalah Nyonya Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), Bambang Trihatmodjo, Nyonya Siti Herdiati Prabowo, Nyonya Siti Hutami Endang Adiningsih dan cucu-cucu. Sedangkan dari kalangan menteri tampak Mensesneg Saadilah Mursyid dan Menhub Giri Suseno Hadihardjono.

Dalam perjalanan Jakarta-Solo, Pak Harto bersama keluarga berada di gerbong Nusantara yang ada pada rangkaian kereta keenam dari 11 gerbong yang ada. Sedang gerbong kesembilan dan seterusnya diisi oleh penumpang umum dengan jurusan yang sama.

Begitu turun dari kereta, Pak Harto yang kemarin mengenakan jaket hitam itu langsung menyalami para pejabat yang menyambutnya dan selanjutnya menuju guest house milik Perumka yang berada di samping kanan Stasiun Solo Balapan. Setelah beristirahat sekitar sepuluh menit, rombongan meneruskan perjalanan ke Astana Giri Bangun.

Rombongan tiba di komplek pemakaman pukul 05.45 WIB. Disini Pak Harto dan keluarga disambut Bupati Soedarmadji beserta muspida setempat.

Rombongan langsung menuju kecungkup Argosari, tempat makam almarhum Nyonya Tien dan kemudian melaksanakan tahlil yang dipimpin KH Abdur Rohim bersama santri-santrinya. Tahlil itu sendiri selesai sekitar pukul 11.17 WIB dan diteruskan dengan tabur bunga. Seusai acara tahlil dan tabur bunga, Pak Harto dan keluarga menyempatkan untuk istirahat sejenak. Setelah itu rombongan kembali menuju Jakarta melalui Bandara Adi Sumarmo Solo pukul 13.00 WIB.

Sumber : MERDEKA (13/04/1998)

___________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 822-823.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.