KAPOLRI DITANGKAP TIGA TERSANGKA PEMALSU TANDATANGAN PRESIDEN RI

KAPOLRI DITANGKAP TIGA TERSANGKA PEMALSU TANDATANGAN PRESIDEN RI

 

Jakarta, Antara

Polri telah menahan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus pemalsuan kop surat Kepresidenan dan tandatangan Presiden Soeharto, serta memeriksa pengusaha sebuah percetakan yang diperkirakan mencetak sampul-sampul dan kop surat tersebut.

“Dokumen-dokumen tersebut sekarang masih ada yang beredar dan didistribusikan kepada beberapa pejabat baik di tingkat pusat maupun daerah,” kata Kapolri Jenderal Polisi Drs. Moch. Sanoesi, ketika menjelaskan kasus pemalsuan itu bersama Menpen Harmoko di Deppen hari Kamis.

Selama ini, sebagaimana dikemukakan Menpen Harmoko, Presiden Soeharto tidak pernah membuat surat atau keputusan dengan menggunakan surat-surat seperti itu atau membuat kata belece dengan cara demikian.

“Jadi jelas semuanya palsu,” kata Menpen menegaskan.

Untuk itu, Kapolri mengimbau para pengusaha atau pengusaha percetakan agar tidak mudah melaksanakan pesanan kop memo/surat dengan kop Kepresidenan RI.

Sementara kepada instansi pemerintah maupun non pemerintah, perusahaan serta masyarakat luas diminta untuk meningkatkan kewaspadaan bila menerima surat-surat tersebut dan bila menerima atau mengetahui, segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Menurut Jenderal Pol. Sanoesi, pada bulan-bu lan terakhir ini beberapa pejabat negara baik di tingkat pusat maupun daerah telah menerima surat atau memo pribadi yang seolah-olah berasal dan ditandatangani oleh Presiden RI.

Kertas surat atau memo dan amplop yang digunakan itu, semuanya menggunakan lambang Kepresidenan Rl serta tulisan Presiden RI Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

“Surat atau memo tersebut ditik dan dibubuhi tandatangan yang mirip dengan tandatangan Presiden Soeharto,” ujarnya menambahkan.

Namun berdasarkan pemeriksaan laboratorium kriminil Mabes Polri dan hasil penyelidikan, ternyata surat-surat tersebut palsu, yang dibuat dan dikirim oleh orang­orang yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan dan motif tertentu.

Kertas dan amplop yang digunakan, juga ternyata tidak sama dengan kertas dan amplop yang biasa digunakan oleh Presiden Soeharto.

Selanjutnya Kapolri menjelaskan, setelah diumumkan sejak beberapa waktu lalu telah ada beberapa lembar surat yang dikirimkan kepada Polri sebagaimana juga diterima oleh Menpen.

“Ketika kami memperoleh laporan dari Istana mengenai beredarnya memo dan surat-surat tersebut, maka para petugas Polri mulai bekerja”

Hasil penyelidikan, sekarang sudah ada tiga orang oknum yang ditahan untuk diinterogasi tentang latar belakang dan kebenaran dari pembuatan surat-surat tersebut, demikian pula sebuah percetakan telah ditemukan dan membenarkan si pemesan itu adalah yang telah ditahan Polri.

“Pekerjaan kami sampai saat ini belum selesai, karena yang terpenting adalah keseluruhan kegiatan ini dapat kami temukan,” kata Kapolri menegaskan.

 

 

Sumber : ANTARA (07/07/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 442-443.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.