‘KAMI TAWARKAN TIGA ALTERNATIF UNTUK MUNDUR’

‘KAMI TAWARKAN TIGA ALTERNATIF UNTUK MUNDUR'[1]

 

 

Jakarta,

Presiden Soeharto, Selasa mengadakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan ulama di Istana Merdeka. Pertemuan yang sedianya hanya berlangsung setengah jam itu, kemudian berkembang menjadi sekitar 2,5 jam.

Usai pertemuan, Presiden menyatakan akan mengundurkan diri secara konstitusional. Artinya mekanisme pergantian Presiden dan Wakil Presiden tetap melalui Sidang Umum MPR hasil pemilu yang menggunakan UU baru. Presiden akan membantu komite reformasi dan memimpin sendiri reformasi diberbagai bidang.

Bagaimana komentar para tokoh yang mengikuti pertemuan itu?

KH ABDURAHMAN WAHID

Ketua Umum PB NU

Dalam pertemuan tersebut kita berbicara terus terang apa saja yang kita rasakan. Hasilnya yaa pernyataan itu tadi (pernyataan Presiden) Bagaimana mengkomunikasikan dengan umat, saya pikir nanti umat akan tahu sendiri setelah melihat pernyataan Pak Harto. Umat itu kan punya kebijaksanaan sendiri. Kita memang minta agar kabinet yang ada dirombak. Kabinet yang dirombak itulah kabinet refoimasi. Ini memang permintaan kami. Saya memandang apa yang disampaikan Presiden Soeharto menjadi langkah terbaik untuk saat ini. Saya bisa menerima itu. Karena kalau kita setia dengan konstitusi yaa nggak bisa sehari dua hari kan. Dulu saja yang tahun 1967 untuk mengganti Presiden Soekarno yang terlalu menyimpang pada konstitusi membutuhkan waktu enam tahun. Kepada masyarakat, saya minta hentikan saja itu demonstrasi karena sudah tercapai. Bahkan tadi secara spesifik Presiden akan berunding dengan parIemen, ulama, para pakar, dan ABRI

EMAH AINUN NAJIB

Budayawan

Untuk kali ini Pak Harto betul-betul tulus mengalah betul. Mengalah dalam arti untuk proses yang baik. Dia bersikap nothing to loose. Okelah yang mundur, tetapi tolong dipikirkan bagaimana cara mundur yang tidak menimbulkan gejolak.

Kalau misalnya hari ini mundur, berdasarkan konstitusi yang naik wapres. Kalau wapres naik, nanti kontroversinya tinggi, nanti ada gelombang yang macam-macam lagi. Terus bagaimana, kalau tiba-tiba ada reformasi dari luar saja tanpa melibatkan DPR/MPR berarti inkonstitusional. Nanti akan semakin complicated. Jadi ini jalan yang paling persuasif, yang sebaik-baiknya. Yang penting ada jaminan dari Pak Harto untuk tidak mencalonkan lagi. Pemilu akan diselenggarakan secepatnya. Ini bisa tiga bulan, enam bulan atau bisa saja dibatasi jangan sampai akhir tahun. Itu menjadi tantangan anggota komite untuk sesegera mungkin mengeijakan reformasi undang-undang.

Kalau komite dianggap mendisfungsionalkan DPR berarti inkonstitusional. Komite hanya membantu mandataris. Kita akan mengawasi bersama dengan rakyat termasuk pers.ini perlu segera disahkan DPR. Anda juga harus menjaga agar DPR tak macam­macam.

Dalam pertemuan tadi semua terungkap. Apa saja. Kita ungkapkan bagaimana orang-orang memaki Pak Harto. Dengan segala kebesaran hati Pak Harto menerima semua itu dan bersedia mundur. Namun mundur secara moderat dengan cara menciptakan komite reformasi. Tentang reshuffle kabinet menjanjikan akan mengganti kabinet lebih dari yang Anda duga. Makanya disebut cabinet reformasi. Anda mungkin menyebut empat atau lima orang. Pak Harto menyebut lebih dari itu. Kami juga mensyaratkan agar kami yang sembilan orang ini tidak menjadi anggota komite dan tidak terkait dengan reshuffle. Ini untuk melindungi perasaan rakyat, supaya kami tidak disangka kolusi, apa segala macam. Dari sini saya akan kembali ke warung tegal.

PROF DR A MALIK FAJAR

PP Muhammadiyah

Saya datang sebagai anggota Muhammadiyah. Saya terlebih dulu minta izin Pak Amien Rais dan diizinkan. Jadi saya datang ke sini setelah memperoleh izin dari Ketua PP Muhammadiyah. Tadi Cak Nur berangkat juga sepengetahuan PakAmien. Perlu dicatat kami semua yang bertemu Pak Harto hari ini tidak akan duduk dalam komite maupun dalam reshuffle kabinet. Sudah pasti itu. Kita telah minta dengan hormat kepada Presiden Soeharto agar tidak melibatkan kami. Pak Harto memang berjanji akan melakukan reshuffle kabinet anggota kabinet yang akan diganti. Anggota kabinet yang akan diganti banyak. Ada sekitar sepertiga bahkan beliau menyatakan bisa lebih.

PROF DR YUSRIL IHZA MAHENDRA

Pakar Hukum Tata Negara

Presiden dan wakil Presiden akan dipilih berdasarkan UU Pemilu yang baru melalui SU MPR. Untuk itu presiden dengan tegas menyatakan tak bersedia lagi dicalonkan. Jadi dengan kompromi politik yang begitu besar kita berharap malapetaka yang kemungkinan besar akan menimpa negara ini bisa kita hindarkan.

Artinya kita beri kesempatan secepat-cepatnya. Kalau selesai dalam waktu enam bulan, ya enam bulan kita adakan pemilu. Presiden kemudian mundur dengan cara damai, dengan cara baik-baik tanpa menimbulkan korban di tengah-tengah masyarakat kita. Saya berharap seluruh rakyat akan menerima kompromi politik maksimum yang telah diberikan sebagai respon atas tuntutan-tuntutan yang berkembang di masyarakat. Ini bukan berarti memberi waktu yang hanya enam bulan. Secepat­cepatnya, kalau akan selesai enam bulan ya enam bulan. Kalau misalnya lebih cepat dari itu, silahkan. Jadi secepat-cepatnya.

Kami telah berbicara panjang dengan Presiden, dua jam lebih membicarakan masalah ini, dan dengan terbuka. Beliau menerima saran-saran yang kami kemukakan. Dan saya memang salah seorang yang memberikan tawaran kompromi maksimal. Dan kami hadir ini diundang oleh Presiden, bukan kami menghadap.

Kami menyampaikan tiga pokok pikiran kepada Beliau. Pertama, Beliau mundur dengan segala akibat-akibatnya, kedua beliau tetap bertahan dengan segala akibat­ akibatnya, ketiga beliau menggunakan hak pelimpahan tugas dan wewenang dengan segala akibat-akibatnya.

Dari diskusi dan dialog yang terbuka tadi, kita mencapai kesepakatan­kesepakatan yang berbentuk satu kompromi politik. Bagi Presiden, Beliau mundur itu tidak masalah, kapan saja bisa, wakil presiden otomatis menjadi presiden.

Tapi apakah itu satu bentuk penyelenggaraan masalah, karena kita harus menyadari juga di masyarakat ini tidak satu pendapat walaupun ini merupakan satu langkah konstitusional. Tapi tidak semua orang setuju dengan wakil presiden sekarang ini menjadi presiden. Kalau diturunkan lagi akhirnya kita akan terus menerus tidak menciptakan satu stabilitas politik.

Karena itu langkah yang paling kompromistis, yaitu secepat-cepatnya diadakan pemilihan umum berdasarkan UU yang baru. Dengan begitu Presiden dan Wapres menyerahkan jabatan, mundur bersama-sama setelah terpilih presiden dan wapres yang baru. Ini suatu kompromi politik supaya bangsa ini tak terjadi perang saudara.

Bagaimana dengan komite nanti, apa akan melibatkan Amien Rais dan Megawati? Kami belum tahu tentang itu. Kita belum membahas soal itu secara detail siapa yang akan masuk. Mari didiskusikan. Kalau itu menjadi maslahat sebagai rujuk nasional, silahkan saja. Kita akan mengakomodasikan semua kepentingan dan pendapat yang berbeda.

Dari sini saya yakin akan muncul sistem multi partai. Kalau akan membikin partai baru, silahkan kampanye. Mudah-mudahan akan selesai dalam enam bulan ini, lalu diadakan pemilu. Soal multipartai, kita juga belum membicarakan secara detil. Kita harus persiapkan UU lebih dahulu. Itu tidak tertutup. Secara teori, pasal 28 UUD 1945 memang memberi kebebasan rakyat untuk mendirikan partai dengan satupembatasan. Batasannya adalah tidak bertentangan dengan asas dan tujuan negara.

Sumber : REPUBLIKA (20/05/1988)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 411-414.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.