Kami Optimis Kembali

Taripa, 10 Oktober 1998

Kepada

Yth. Bapak Soeharto d/a Kepala Rumah Tangga Cendana

Jl. Cendana No.6 Jakarta

di Jakarta

KAMI OPTIMIS KEMBALI [1]

 

 

Dengan hormat,

Segala puji dan syukur saya persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta ungkapan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak H. M. Soeharto yang sudah berkenan membalas surat kami serta mengirimkan foto keluarga untuk kami sekeluarga.

Peristiwa ini membawa hikmah tersendiri dalam kehidupan pribadi saya, sebab:

Segala puji dan syukur saya persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta ungkapan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak H. M. Soeharto yang sudah berkenan membalas surat kami serta mengirimkan foto keluarga untuk kami sekeluarga.

Peristiwa ini membawa hikmah tersendiri dalam kehidupan pribadi saya, sebab:

  1. Tanggal 30 Juni 1998 dalam perjalanan dari Taripa menuju ke tempat tugas di Tantena, saya mendapat musibah kecelakaan lalu lintas di mana mobil angkutan penumpang terbalik.
  2. Saya sempat dirawat di RS. Gereja Kristen Sulawesi Tengah karena menderita luka di kepala, muka, mata akibat benturan yang sangat keras.
  3. Tanggal 2 Agustus 1998, saya dikirim oleh RS. Kabupaten Poso untuk berobat lanjut di RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.
  4. Tanggal 15 Agustus saya kembali dari Ujung Panjang dan sampai saat ini saya belum dapat melaksanakan tugas dengan baik karena kesehatan belum kembali seperti semula.
  5. Hal inilah yang membuat saya putus asa, rasa rendah diri bahkan kehilangan gairah dalam menghadapi kehidupan masa depan keluarga.

Di tengah-tengah situasi yang dernikian ini, tiba-tiba saya rnendapat surat serta foto keluarga Bapak H. M. Soeharto. Seperti suatu keajaiban mengalir dalam tubuh serta hari saya, ketika membaca balasan surat dan menatap foto Bapak H. M. Soeharto bersama keluarga dalam mendorong semangat hidup, menepis rasa rendah diri, guna menghadapi perjuangan hidup yang makin terasa berat di akhir-akhir ini.

Mohon dirnaafkan kalau surat saya ini, mengganggu pelaksanaan tugas Rumah Tangga Cendana, Istirnewa bagi Bapak H. M. Soeharto tercinta.

Terima kasih. (DTS)

Hormat saya,

Arnan Wuri, BA

Sulawesi Tengah

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 1058-1059. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.