KALSEL SIAPKAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN KAPET BATULICIN

KALSEL SIAPKAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN KAPET BATULICIN[1]

 

Banjarmasin, Antara

Gubernur Kalimantan Selatan Gusti Hasan Aman mengatakan, Kalsel kini telah menyiapkan rencana induk pengembangan Kawasan Andalan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Batulicin, yang telah ditetap Presiden beberapa waktu lalu.

Kapet Batulicin, satu dari sembilan kecamatan di Kabupaten Kotabaru yang ditetapkan sebagai kawasan Kapet “Sakupangbalaut”, kini mulai berkembang di berbagai sektor, katanya pada Peresmian Jembatan Barito oleh Presiden Soeharto di Barito Kuala, sekitar 15 km dari Banjarmasin, Rabu.

Menurut dia, pada Kapet Batulicin kini tengah dikembangkan berbagai pembangunan sektor industri kayu dan semen serta sub sektor perkebunan dengan komoditi unggulan kelapa sawit, kelapa hibrida dan karet.

“Kami telah menyiapkan rencana induk pengembangan Kapet, termasuk dari sektor sarana dan prasarana perhubungan antara lain jaringan jalan.” katanya.

Jaringan jalan di Kalsel yang memiliki luas 37 ribu km2 umumnya berkembang dengan baik, hampir semua ibukota kecamatan kini dapat dilalui dengan kendaraan roda empat.

Prasarana perhubungan darat antar provinsi atau Lintas Kalimantan kini terus dibangun untuk menghubungkan empat provinsi di kawasan itu, termasuk pembangunan Jembatan Barito yang membelah Sungai Barito dengan panjang bentangan 1.082 meter, katanya.

“Selain sebagai urat nadi perekonomian, jembatan itu menjadi pintu gerbang Kalsel guna mendukung kelancaran kegiatan produksi pertanian antara Kalsel dan Kalteng.” kata Hasan Aman.

Secara umum Gubernur Kalsel, Gusti Hasan Aman melaporkan kepada Presiden, keberhasilan pembangunan di daerah itu dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 1994 dan 1995 yang rata-rata tumbuh 9 persen pertahun lebih tinggi dari sasaran Pelita VI 8,9 persen.

“Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi tersebut, membawa implikasi bagi peningkatan pendapatan perkapita penduduk dari Rp 1,40 juta pada tahun 1993 meningkat menjadi Rp 1,99 juta tahun 1995.” demikian Gusti Hasan Aman.

Sumber : ANTARA (23/04/1997)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 338.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.