KALAU PERLU AMBIL TINDAKAN PENGAMANAN

KALAU PERLU AMBIL TINDAKAN PENGAMANAN [1]

 

Jakarta, Berita Yudha

Presiden Soeharto meminta kepada para Panglima Daerah Militer se-Jawa dan Bali, agar supaya setiap kejadian yang terjadi diwilayahnya masing-masing dalam rangka pengamanan Pemilu, bisa segera diketahui dan apabila perlu diselesaikan dengan diambil tindakan pengamanan.

Disamping itu, agar supaya Panglima di daerah masing-masing selalu siap sedia menampung masalah-masalah yang diajukan setiap peserta Pemilu (bukan hanya partai politik tetapi juga golongan karya), apabila mereka ini didalam mengadakan kampanye di daerahnya terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, kalau mungkin menyelesaikannya.

Presiden memberikan petunjuknya itu dalam pertemuan Sabtu lalu dengan Panglima Kowilhan II Jawa dan Nusa tenggara Letjen Widodo, Pangdam V/Jayakarta Mayjen G.H. Mantik, Pangdam VI/Siliwangi Mayjen Himawan Sutanto, Pangdam VII/ Diponegoro Mayjen Jasir Hadibroto, Pangdam VIII Brawijaya Mayjen Witarmin dan Pangdam XVI/Udayana Brigjen Suweno, dalam rangka mengamankan pelaksanaan Pemilu khususnya masa kampanye dan minggu tenang.

Menteri/Sekretaris Negara Sudharmono SH selaku juru bicara yang memberikan keterangan pada pers selesai pertemuan tersebut mengatakan lebih lanjut, bahwa salah satu petunjuk Presiden itu seperti halnya yang dipesankan kepada para Pimpinan Parpol/Golkar dalam pertemuan beberapa hari lalu, agar dalam masa kampanye dan pelaksanaan Pemilu tersebut setiap peserta dapat mengendalikan diri sehingga kampanye dan minggu tenang sampai penyelenggaraan Pemilihan Umum dapat berjalan sesuai aturan permainan secara tenang, lancar, tertib dsb.

Sudah Diambil Langkah Pengamanan

Ketika diajukan pertanyaan apakah mengenai “komando jihad” juga dilaporkan dalam pertemuan itu, maka Menteri antara lain memberikan jawaban bahwa sudah diambil langkah-langkah untuk mengamankan kejadian2 yang menghambat keamanan Pemilu, lebih-lebih lagi kalaukejadian itu bisa mengarah membahayakan integritas dan stabilitas negara yang sekarang sedang dibina dengan baik.

Dijelaskan pula, sampai hari ketiga masa kampanye aman dan pada umumnya baik serta mengenai petunjuk Presiden, menurut Menteri soal pelaksanaan tersebut akan diatur oleh Panglima secara yang paling effektif bagi daerah2nya masing-masing.

Petunjuk ini diberikan kepada para Panglima se-Jawa dan Bali, diterangkan oleh Menteri, karena di wilayah inipara pemilihnya adalah yang paling banyak.

Ditampung dan Dicek Kenyataannya

Mensekneg, Sudharmono mengatakan bahwa pertemuan Presiden dengan Pangkowilhan II dan Pangdam2 se-Jawa dan Bali tersebut adalah sebagai tindak lanjut daripada pertemuannya dengan para pimpinan Parpol/Golkar hari Rabu lalu.

Dalam pertemuan dengan pimpinan2 dari kontestan Pemilu itu antara lain telah diajukan hal-hal yang dianggap tidak menguntungkan peserta Pemilu, demikian Sudharmono.

Presiden telah memperhatikan apa yang disampaikan dan salah satu langkah yang diambil adalah mencek kenyataannya, “Presiden memberi perhatiannya dan memberi petunjuk agar menampung keluhan peserta Pemilu, apabila mungkin menyelesaikan sesuai dengan wewenang Panglima di daerahnya masing2,” kata Sudharmono. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (28/02/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 502-503.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.