KALANGAN DPR SAMBUT BAIK INSTRUKSI TENTANG PENGURANGAN SEMINAR

KALANGAN DPR SAMBUT BAIK INSTRUKSI TENTANG PENGURANGAN SEMINAR

Para pembantu Presiden sangat diharapkan mampu menghayati dan melaksanakan pikiran yang tertuang dalam kehendak Kepala Negara untuk mengurangi kegiatan yang disebut seminar, rapat kerja, widyakarya, lokakarya dan semacamnya.

Sebab kalau lembaga-lembaga itu kurang efektif dalam mengimplementasikan kehendak Presiden ini, maka akhirnya nasib instruksi itu akan sama saja dengan seruan mengenai pola hidup sederhana. Demikian Ketua Komisi X (bidang riset, teknologi dan ilmu pengetahuan) DPR Soerjadi kepada wariawan Senin kemarin.

Presiden Soeharto hari Sabtu melalui Menteri PAN Sumarlin menginstruksikan, supaya dalam Repelita III nanti segala kegiatan seperti rapat kerja, seminar dan semacamnya harus makin dikurangi. Kepala Negara minta semua departemen dan instansi untuk menghayati benar instruksi ini.

Namun demikian Soerjadi berpendapat, kita harus melihat urgensi dari suatu seminar atau semacamnya. Kalau seminar itu merupakan satu rangkaian dengan suatu proyek, hal tersebut tentu merupakan suatu keharusan. Jadi penyelesaiannya jangan secara kwantitatif, seperti melarang atau mengurangi seminar dan semacamnya.

Tetapi harus dilihat secara kwalitatif dan fungsional, apakah keperluan seminar itu menyangkut suatu program atau hanya sekedar menghabiskan uang dan mengadakan kegiatan.

”Macam-macam yang terakhir inilah yang harus dilarang. Tetapi kalau yang fungsional, justru harus dibantu”, kata Soerjadi.

Sangat Baik

Soerjadi menilai instruksi Presiden itu suatu hal yang sangat baik. Karena sekarang ini banyak orang yang meragukan keefektifan dari suatu hasil seminar atau lokakarya. Malah bekas Menteri RI Soemitro pernah mengkonstatir, bahwa seminar dan lokakarya itu diobyekkan, kata Soerjadi.

Apalagi, kata Soerjadi, pelaksanaan seminar, lokakarya dan semacamnya sering dilakukan serentak yaitu pada akhir tahun anggaran. Sehingga menimbulkan kesan seolah-olah seminar, lokakarya atau rapatkerja itu dilangsungkan untuk menghabiskan anggaran yang berlebih. Bahkan sering hasil seminar itu hanya ditumpuk saja di atas rak-rak buku.

Menurut pengamatan Komisi X, banyak kegiatan seminar yang tidak fungsional, baik dilihat dari cara pengadaannya atau kemanfaatannya.

Karena itulah perlunya kualifikasi yang benar. Sebab tanpa kualifikasi yang betul, dikhawatirkan tidak hanya memandegkan perkembangan ilmu pengetahuan. Tetapi juga suksesnya pelaksanaan pembangunan yang ada. Demikian Ketua Komisi X Soerjadi.

Baru Sekarang

Wakil Ketua Komisi II (bidang administrasi) DPR A.A. Oka Mahendra mengatakan hal tersebut pernah disuarakan DPR tahun 1971 lalu.

Tetapi suara DPR itu baru ditanggapi sekarang walaupun demikian ia menyambut baik instruksi Presiden Soeharto tersebut.

Ia sependapat bahwa seminar atau lokakarya dan rapat kerja yang sering dilangsungkan pada akhir tahun anggaran, menimbulkan kesan hanya untuk menghabiskan sisa anggaran. Karena itu pelaksanaan seminar dan semacamnya perlu diteliti, kenapa justru diadakan di akhir tahun anggaran, dan kenapa tempatnya di hotel­hotel yang kadang-kadang cukup mewah, kata Mahendra.

Ia menganjurkan, kalau toh seminar itu harus diadakan, sebaiknya digunakan pusdiklat-pusdiklat yang ada.

Dengan demikian tentu biayanya lebih murah. Selain itu harus ada tindak-lanjut dari seminar atau lokakarya, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Selain itu Oka juga mempersoalkan rapat kerja yang hampir setiap tahun diadakan oleh departemen dan gubernur seluruh Indonesia. Karena tidak jarang pada kesempatan itu, pada nyonya juga mengadakan rapat kerja.

Hal ini merupakan salah satu bahan yang akan dipersoalkan DPR, apakah peranan nyonya-nyonya itu hanya ikut mengadakan rapat kerja dan sejauh mana manfaatnya”, kata Oka Mahendra. (DTS)

Jakarta, Kompas

Sumber: KOMPAS (27/03/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 53-54.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.