JIKA PENGAMALAN PANCASILA MANTAP KECIL KEMUNGKINAN KOMUNIS KEMBALI

JIKA PENGAMALAN PANCASILA MANTAP KECIL KEMUNGKINAN KOMUNIS KEMBALI

 

 

Presiden Soeharto menegaskan, jika bangsa Indonesia memantapkan pengamalan Pancasila maka kecil sekali kemungkinan komunis kembali memasuki Indonesia.

Penegasan Kepala Negara itu disampaikan ketika menerima Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh, KH. Ali Hasmi yang didampingi Hasan Saleh, Kamis di Bina Graha. Ali Hasmi sebelumnya menyatakan kepada Presiden tentang kekuatiran ulama Aceh terhadap, kemungkinan penyusupan kembali komunis dalam bentuk baru ke Indonesia.

“Kekuatiran ulama Aceh itu, menurut dia, memang bukan berdasarkan temuan baru yang bisa menjadi bukti, tetapi melihat dari demikian banyaknya organisasi mahasiswa PKI (CGMI – Central Gerakan Mahasiswa Indonesia) Universitas Syah Kuala, Aceh, dulu dan hanya sebagian yang tertangkap. Sedangkan selebihnya tidak diketahui ke mana perginya. “Mereka yang hilang inilah yang dikuatirkan kembali menyusun kekuatan,” katanya.

Presiden mengatakan, komunis dapat kembali masuk ke Indonesia jika terjadi kekacauan. Ali Hasmi menggambarkan kekacauan itu bisa timbul jika terjadi bentrok antara organisasi politik yang ada.

Kekuatiran Ulama Aceh terutama menyusupnya anasir komunis ke Parpol. Di samping itu juga dikuatirkan penyusupan komunis ke perguruan tinggi antara lain menjadi dosen.

“Kader CGMI itu pandai – pandai dan mereka selalu mencari berbagai cara untuk mengembalikan PKI, “kata Ali Hasmi.

Ulama Aceh, menurut Ali Hasmi, berada di belakang Presiden dalam memberantas komunis. “Kami tidak ingin ada pemberontakan seperti G 30 S untuk yang kedua kalinya,” katanya.

Penilaian Pemilu

Ketua MUI Aceh menghadap Presiden dalam rangka menyampaikan surat dari ulama-ulama Aceh mengenai pelaksanaan Pemilu. Ulama Aceh menilai, Pemilu baru ­ baru ini merupakan Pemilu yang terbaik dibandingkan dengan Pemilu-pemilu sebelumnya.

“Kami bahkan menilai Pemilu kali ini merupakan Pemilu yang terbaik di dunia,” katanya. Menurut Ulama Aceh, suksesnya Pemilu kali ini adalah tidak terlepas dari usaha Presiden untuk menerapkan Pancasila sebagai satu satunya asas. “Usaha Presiden untuk itu dalam waktu yang cukup lama dan berhasil,” tambahnya.

Ketika wartawan menanyakan, apakah penilaian MUI ada kaitannya dengan kemenangan Golkar di Aceh, dia menjawab, “Kemenangan Golkar itu masalah lain, tetapi kami menilai dari sudut pelaksanaan pemilunya sendiri.”

“Soal kemenangan Golkar, itu merupakan kemenangan rakyat Aceh,” kata Ali Hasmi.

Para ulama Aceh menurut dia juga berterima kasih kepada Bustanil Arifin (Menteri Koperasi) dan Ibrahim Hasan yang berperan cukup besar terhadap suksesnya Pemilu di Aceh. (RA)

 

 

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (15/05/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 131-132.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.