JEPANG BELUM AKAN AJUKAN MASALAH MOBNAS KE WTO

JEPANG BELUM AKAN AJUKAN MASALAH MOBNAS KE WTO[1]

 

Jakarta, Antara

Indonesia dan Jepang sepakat untuk tetap membicarakan masalah mobil nasional (Mobnas) pada tingkat bilateral, sehingga kasus ini belum akan diadukan ke Badan Perdagangan Dunia (WTO) oleh Jepang.

“Kami berharap masalah ini akan dibicarakan dahulu dalam forum konsultasi.” kata Menteri Perdagangan Intemasional dan Perindustrian Jepang (MITI) Shumpei Tsukahara kepada pers di Istana Merdeka, Jumat.

Sebelum memberikan keterangan kepada pers, Tsukahara mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto dengan didampingi Menperindag T. Ariwibowo. Dalam pertemuan itu, Jepang menyampaikan pandangannya mengenai Mobnas.

Tsukuhara mengatakan, pihaknya belum akan mengadukan kasus mobnas ini kepada WTO, karena masih ingin mencari bukti dahulu tentang pembebasan Bea Masuk dan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPn BM) yang diberikan pemerintah Indonesia kepada PT. Timor Putra Nasional (TPN).

Melalui Inpres No 2/96, pemerintah menetapkan rencananya bagi pembuatan mobil buatan nasional yang dilakukan PT-TPN. Berdasarkan program ini, mobil yang dibuat TPN akan dibebaskan dari kewajiban membayar BM dan PPn BM.

Namun sebagai imbalannya, TPN wajib menggunakan komponen lokal secara bertahap mulai tahun 1996 hingga 98 yaitu masing-masing 20 persen, 40 persen dan 60 persen.

Kemudian pemerintah mengeluarkan Keppres 42/96 yang memungkinkan PT.TPN sementara ini mengimpor mobil dalam bentuk jadi (CBU) dari pabrik mobil KIA di Korea Selatan. Mobil nasional ini diberi nama “Timor”.

Sekalipun Tsukahara mengatakan kedua pihak akan membicarakan masalah ini secara bilateral, ia mengharapkan kasus Mobnas tidak akan menganggu hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral yangjauh lebih penting.

Mobnas, Masalah Kecil

Sementara itu, Menperindag Tunky Ariwibowo mengatakan dalam pertemuan itu, Kepala Negara mengharapkan pula agar masalah Mobnas ini tidak menganggu hubungan bilateral yang sudah amat erat dan mendalam.

“Kepala Negara mengatakan masalah Mobnas merupakan hal kecil sehingga jangan sampai menganggu hubungan baik yang jauh lebih penting bagi masa mendatang.” kata Tunky mengutip sikap Presiden.

Kepada tamunya, Kepala Negarajuga menceritakan dasar pemikiran atau filosofis pembuatan  Mobnas ini, yaitu tekad bangsa Indonesia untuk menguasai teknologi pembuatan mobil seperti yang telah dilakukan dalam bidang pesawat udara.

“Kami juga yakin bahwa Indonesia akan mampu menguasai teknologi pembuatan mobil.” kata Presiden kepada tamunya.

Menurut Tunky, oleh Presiden dijelaskan pula bahwa di masa mendatang, pembuatan Mobnas inijuga bisa dilakukan oleh perusahan-perusahaan lainnya. Menurut Inpres 2, selama tiga tahun pertama ini, Mobnas hanya akan dibuat oleh PT­ TPN, pimpinan Hutomo Mandala Putra Soeharto.

Ketika ditanya tentang pernyataan Tsukahara bahwa bisa saja kasus ini dibawa ke WTO, Tunky menyebutkan, jika pembicaraan bilateral tidak memuaskan salah satu pihak, maka kasus ini bisa dibawa ke Badan Penyelesaian Perselisihan (Dispute Settlement Body/ DSB) yang berada di bawah WTO.

“Tiap anggota yang mempunyai masalah dengan anggota lain bisa saja datang ke DSB untuk minta bantuan.” katanya.

Masalah kemungkinan kasus ini dibawa ke WTO berulang kali ditanyakan kepada kedua menteri ini oleh para wartawan karena dari Tokyo dikabarkan bahwa Jepang ingin mengadukan masalah Mobnas ini kepada WTO.

Setelah Tsukahara meninggalkan ruang wartawan, beberapa wartawan Jepang tetap mengerubungi Tunky untuk minta penjelasan terperinci mengenai Mobnas.

“Kami mempunyai hak untuk membuat mobil nasional.” kata Tunky dengan tegas.

Sumber : ANTARA (13/09/1996)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 423-424.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.