Jenderal Soeharto dan Empat Jabatan

Jenderal Soeharto dan Empat Jabatan[1]

 

SIDANG Umum MPRS yang berlangsung dari 21 Juni sampai 5 Juli 1966, memutuskan antara lain, Tap MPRS no IX, tentang pengukuhan Surat Perintah 11 Maret menjadi Ketetapan MPRS.

Tap MPRS XIII/1966 tentang penetapan Letnan Jenderal Soeharto sebagai Ketua Presidium Kabinet Ampera.

Pada Juli 1966, Jenderal Soeharto menjabat empat ja- batan strategis yaitu sebagai Ketua Presidium Kabinet Ampera merangkap Menteri Panglima Angkatan Darat, Kepala Staf KOTI, dan sebagai Wakil Perdana Menteri Bidang Pertahanan Keamanan. Dan pada 28 Juli 1966, pangkatnya dinaikkan menjadi Jenderal.

Empat jabatan strategis itu diberikan oleh Presiden Soekarno sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan. Sulit untuk tidak menduga bahwa Presiden Soekarno seperti mempersiapakan tokoh yang layak menggantikannya. Dalam konteks ini, dapat saja diandaikan, jika saja yang kemudian mengantikannya bukan Soeharto, andaikan Nasution misalnya, apakah Soekarno bebas dari Mahmilub?

____________________________________________________________

[1]Noor Johan Nuh,  “Pak Harto dari Mayor ke Jenderal Besar”, Jakarta : Yayasan Kajian Citra Bangsa, hlm 82-83.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.