Jenderal Soedirman Meninggal Dunia

Jenderal Soedirman Meninggal Dunia[1]

 

SATU bulan setelah pengakuan kedaulatan, 29 Januari 1950, Jenderal Soedirman meninggal dunia.

Jenderal Soedirman tidak merasakan buah kemerdekaan yang diperjuangkannya hingga titik darah penghabisan. Namanya harum sebagai Bapak Tentara Nasional Indonesia, dan di setiap Ibukota provinsi, namanya diabadikan sebagai nama jalan.

Sepeninggal Jenderal Soedirman, jabatan Panglima Besar ditiadakan. Mungkin saja pertimbangannya adalah, begitu kuat secara politik jabatan Panglima Besar, ditambah betapa kuat sosok pribadi Jenderal Soedirman.

Betapa kuatnya sosok pribadi Jenderal Soedirman dapat disimak pada waktu beliau bertemu Presiden Soekarno pada 3 Agustus 1949 dan mengatakan akan berhenti dari tentara karena gumpalan kekecewaan selama ini pada putusan para politisi.

“Jika Jenderal Soedirman berhenti, maka yang pertama berhenti Soekarno-Hatta dan ikut pada Panglima Besar”, demikian jawab Bung Karno dalam pertemuan itu, menyikapi kehendak Pak Dirman berhenti dari tentara.

Peristiwa itu disaksikan oleh Jenderal AH Nasution dan ditulis di memoarnya. Selanjutnya jabatan Panglima Besar diganti dengan Kepala Staf Angkatan Perang yang dijabat oleh Kolonel TB Simatupang, sedangkan sebagai pimpinan Angkatan Darat dijabat oleh Kolonel AH Nasution sebagai Kepala Staf.

Simatupang dan Nasution adalah mantan perwira KNIL, keduanya alumni Koninklijke Militaire Academie (KMA) di Bandung, yaitu bagian dari akademi militer Belanda di Breda.

____________________________________________________________

[1]Noor Johan Nuh,  “Pak Harto dari Mayor ke Jenderal Besar”, Jakarta : Yayasan Kajian Citra Bangsa, hlm 27-28.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.