JATIM SIAPKAN SURAT KE PRESIDEN UNTUK TUAN RUMAH PON

JATIM SIAPKAN SURAT KE PRESIDEN UNTUK TUAN RUMAH PON[1]

 

Surabaya, Antara

Gubernur Jatim kini tenggah mempersiapkan surat resmi kepada Presiden Soeharto, tentang kesediaan Jatim sebagai tuan rumah PON XV tahun 2000.

“Pengiriman surat kepada Presiden tersebut atas saran dari Menpora, karena itu surat tersebut tembusannya ditujukan juga kepada Menpora.” kata Ketua KONI Jatim yang juga Wagub bidang pemerintahan, Abdul Hamid, kepada wrutawan di Surabaya, Kamis.

Seluruh daerah telah setuju PONXV tahun 2000 diselenggarakan di luar Jakarta, karena kegiatan akbar insan olahraga di tanah air ini terus diselenggarakan di Ibukota Jakarta. Daerah di luar Jakarta yang menyatakan siap dan bersedia menjadi tuan rumah PON XV ialah Jatim, dan KONI Pusat telah meninjau dan memberikan rekomendasi persetujuan Jatimjadi tuan rumah.

“Kesediaan Jatim sebagai tuan rumah ini sudah dinyatakan lisan maupun melalui surat kepada Menko Kesra, namun keputusan akhir di tangan Presiden. Karena itu Menpora menyarankan Gubernur Jatim membuat surat resmi kepada bapak Presiden. Kami kini sedang mempersiapkan surat tersebut.” katanya.

Mengenai dana penyelenggaraan dan beayarenovasi serta pembang unan fasilitas, ia menjelaskan sudah tidak ada masa lah lagi, khususnya untuk stadion utama di Surabaya Barat yang kini mulai dibangun dengan dana Rp 100 miliar dari APBD Jatim.

Stadion Utama Surabaya (SUS) berkapasitas 85 ribu tempat duduk dengan tepian lapangan sepak bola berupa lintasan atletik, kelak bisa menjadi tempat pembukaan dan penutupan PON XV mendatang.

“DPRD Jatim sudah menyetujui pembangunan SUS dengan pendanaan dalam empat tahun anggaran, bahkan beberapa anggota Dewan sudah melakukan studi banding ke Chiang Mai.” ungkapnya.

Mengenai fasilitas untuk cabang lainnya, ia mengemukakan bahwa fasilitas yang ada di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Malang yang ditargetkan tahun 1999 atau paling lambat tahun 2000 sudah selesai direnovasi dan siap digunakan.

“Fasilitas baru yang dibangun adalah gedung senam, tenis meja dan pencak silat, sedangkan renovasi fasilitas yang sudah ada dilakukan setahun sebelum PON XV berlangsung, agar semuanya seragam bersih dan baru.” Demikian Abdul Hamid.

Sumber : ANTARA (26/06/1997)

___________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 573-574.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.