JANGAN BEDA2KAN PELAYANAN TERHADAP SETIAP PENDERITA

Presiden Minta RS Cipto Mangunkusumo:

JANGAN BEDA2KAN PELAYANAN TERHADAP SETIAP PENDERITA [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto ketika meresmikan Poliklinik dan unit diagnostik Radiologik Kardiovaskuler Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo kemarin sore, minta agar rumah sakit tersebut benar2 dapat melayani setiap penderita dengan penuh ketekunan, kesabaran dan keramah-tamahan, tanpa membedakan orang mampu atau orang tidak punya.

Dengan demikian, rasa keadilan pun dapat kita wujudkan di rumah sakit ini, yang justru sangat perlu untuk memberikan perasaan tentram di hati penderita, katanya.

Presiden Soeharto sendiri telah memprakarsai pembangunan poliklinik dan unit tersebut, dan dari seluruh biaya sebesar Rp. 2,088 milyar, Kepala Negara memberikan dana sebesar Rp. 1,2 milyar.

Selanjutnya, Kepala Negara dalam sambutannya  menyatakan bahwa pembangunan kembali RS Cipto Mangunkusumo serta penambahan peralatan dan unit2 baru, adalah juga merupakan usaha untuk meratakan pembangunan secara adil, yang pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas dan kemampuan yang ada.

Presiden Soeharto yang menyatakan bahwa dalam Pelita I dan II ini telah banyak usaha memperbaiki kesejahteraan rakyat, namun memang wujud kesejahteraan rakyat yang adil yang kita cita2kan masih jauh.

“Tetapi jangan kita menyangka bahwa pembangunan yang kita ketjakan sampai sekarang ini tidak membawa kemajuan apa2. Sangkaan seperti itu sungguh tidak berdasarkan kenyataan! ,”katanya.

Untuk menciptakan masyarakat yang adil danmakmur bagi 135 juta rakyat tidak mungkin kita menyulapnya dalam beberapa tahun. Untuk menciptakan landasannya saja, menurut Kepala Negara diperlukan 5 atau 6 Repelita secara terus menerus.

Namun, demikian Presiden, keadaan kita sekarang jelas lebih baik dari 5 tahun yang lalu. Jauh lebih baik dari 10 tahun yang lalu tatkala Orde Baru ditegakkan.

“Persoalan yang kita hadapi adalah bagaimanakita terus meningkatkan dan makin meratakan pembangunan itu agar supaya pada saatnya nanti dapat tercipta kemakmuran dan keadilan bagi seluruh masyarakat,” kata Presiden.

Kesehatan Masyarakat

Presiden Soeharto mengatakan pula bahwa perataan dan keadilan juga diusahakan terwujud pada lapangan pelayanan kesehatan masyarakat, dan langkah2 untuk itu telah dimulai.

Dikatakan dengan pembangunan 350 Puskesmas baru pada 1976/1977 ini, maka sasaran adanya sebuah Puskesmas di setiap kecamatan telah tercapai, sementara 800 buah Puskesmas yang telah ada akan ditingkatkan dan 700 rumah dokter Puskesmas akan dibangun.

Dinyatakan, perbaikan pelayanan kesehatan, bertambah baiknya mutu makanan masyarakat dan berbagai kemajuan lain di lapangan sosial ekonomi, telah membawa perbaikan mutu kehidupan masyarakat.

”Walau pembangunan barn berjalan 8 tahun, namun ternyata telah membuat lebih baik pertumbuhan badaniah orang Indonesia. Remaja2 kita lebih tinggi dan lebih sehat badannya dari orang2 tua mereka. Dalam 10 tahun terakhir umur rata2 orang Indonesia lebih panjang. Angka kematian pada semua tingkat umur juga bertambah kecil. Ini juga merupakan pertanda bahwa kehidupan dan syarat kehidupan kita selama pembangunan ini telah lebih baik,” katanya.

1.500 Pengunjung Sehari

Direktur RS Cipto Mangunkusumo Dr. Rukmono dalam laporannya menyatakan bahwa poliklinik rumah sakit ini setiap hari dikunjungi oleh 1.500 penderita. Semula poliklinik tersebut tersebar di seluruh bagian rumah sakit itu, dan dengan selesainya pembangunan poliklinik ini rnaka yang menyatukan seluruh poliklinik yang tersebar, maim arus lalu lintas orang di rumah sakit Cipto Mangunkusumo dapat dikurangi.

Poliklinik tersebut dilenglmpi dengan unit diagnostik Radiologik Kordiovaskular, yang memiliki alat untuk memeriksa keadaan jantung serta pembuluhnya.

Dengan adanya alat yang dibeli dengan harga Rp 471 juta itu, dikatakan ribuan anak penderita cacad jantung bawaan dapat diperiksa dan diselamatkan.

Kebutuhan Mutlak

Sementara itu Menteri Kesehatan GA Siwabessy dalam sambutannya menyatakan Dep. Kesehatan mencantumkan sebagai kebutuhan mutlak untuk memperbaiki RS Cipto Mangunkusumo. Hal ini disebabkan rumah sakit tersebut di samping tidak hanya untuk melayani masyarakat lbukota, tetapi juga dari seluruh Indonesia, digunakan pula sebagai tempat pendidikan para calon dokter, dokter ahli dan tenaga para medis, yang hasilnya disebarkan ke seluruh pelosok Tanah Air.

Dikatakan saat ini telah dipersiapkan rencana pengembangan 11 rumah sakit di ibukota propinsi luar pulau Jawa. Pengembangan itu akan meningkatkan fungsinya sehingga paling sedikit memiliki 4 cabang pelayanan untuk bedah, kebidanan dan penyakit kandungan, penyakit anak dan penyakit dalam.

Dalam peresmian kemarin juga hadir Wkl. Presiden Hamengkubuwono, Ny. Tien Soeharto dan sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan serta beberapa orang Dubes negara sahabat. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (13/11/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 211-213.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.