JAKARTA MULAI DIMASUKI TPT SELUNDUPAN

JAKARTA MULAI DIMASUKI TPT SELUNDUPAN[1]

 

Jakarta, Antara

Pasar tekstil dan produk tekstil (TPT) di Jakarta sekarang dimasuki produk luar negeri yang merupakan hasil selundupan dan masuknya barang impor itu telah meresahkan produsen nasional.

Masalah impor, ilegal yang harganya jauh di bawah harga produk dalam negeri itu dilaporkan kepada Presiden Soeharto di lstana Merdeka, Senin, kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Liliasdjudiredja kepada pers.

Pengurus API yang diterima Kepala Negara antara lain Ketua Dewan Pembina Bambang Trihatmodjo, Ketua Umum API Bambang Riyadi Soegomo, dua Wakil Ketua Umum masing-masing Sunyoto Tanudjaja dan Mintardjo Halim serta Sekjen Benny Sutrisno.

Liliasdjudiredja memberi contoh bahwa di Pasar Tanah Abang atau Mangga Dua Jakarta bisa ditemukan dengan mudah kaos (T-shirt) yang harganya hanya Rp 4.000-Rp 6.000/buah, beberapa ribu rupiah di bawah produk lokal.

“Barang selundupan itu telah memukul industri dalam negeri.” kata Liliasdjudiredja.

Produk selundupan ini pada umumnya merupakan barang yang sudah tidak laku di negara asalnya karena tidak sesuai lagi dengan musim atau mode.

Sementara itu, Sekjen Benny Sutrisno mengatakan kepada Kepala Negara telah disampaikan gagasan agar Pusat Promosi Perdagangan (Indonesia Trade Promotion Center/ITPC) di luar negeri dikelola saja oleh swasta.

ITPC yang selama ini ditangani Departemen Perindustrian dan Perdagangan ditugaskan untuk memperkenalkan berbagai produk nasional kepada para calon pembeli. Menurut Benny, jika gagasan ini disetujui maka pemerintah tinggal menjadi pembina.

Sumber : ANTARA (13/01/1997)

______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 216-217.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.