JABAR BELUM MAMPU PENUHI PERMINTAAN BENIH KENTANG UNTUK LUAR

JABAR BELUM MAMPU PENUHI PERMINTAAN BENIH KENTANG UNTUK LUAR[1]

 

Bandung, Antara

Jawa Barat yang bekerjasama dengan Jepang dalam memperbanyak bibit kentang bebas penyakit, sampai saat ini belurm mampu memenuhi permintaan untuk propinsi lain seperti Jateng, Sumbar, Jatim, Sulsel dan Sumut.

Kepala Subdin Hortikultura Dinas Tanaman Pangan Jabar Lukman Hakim, Jumat mengatakan memang ada permintaan bibit kentang bebas penyakit ini dari daerah­daerah tersebut, tapi pihaknya belum bisa memenuhinya karena jumlahnya masih terbatas, sementara petani disini masih ada yang belum mendapatnya.

Jawa Barat sebagai daerah yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek pembibitan kentang granola bebas penyakit itu sudah memasuki tahap generasi empat (G4) yang merupakan benih sebar di tingkat penangkar benih.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan Jabar, benih G4 di tingkat penangkar tersebut sampai saat ini sudah berproduksi sebanyak 191,3 ton. Benih tersebut sudah disebarkan kepada para petani di daerah sentra (Bandung, Garut, Majalengka, Cianjur, Kuningan) yang diperkirakan akan panen pada bulan Januari atau Pebruari.

Berdasarkan keterangan dari Pemda Jabar, Presiden Soeharto menurut rencana akan melakukan panen kentang tersebut di daerah Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Menurut Lukman, kelebihan benih kentang bebas penyakit, juga mampu meningkatkan produktivitas hasil 20 sampai 30 ton/hektar, sedang selama ini produktivitas kentang di Jawa Barat rata-rata hanya 17 ton/ hektar.

Disamping itu, harga benih G4 yang dijual kepada petani hanya Rp 2.500/kg, jauh lebih murah dibandingkan benih impor yang selama ini dijual berkisar Rp 3.500 hingga Rp 4.000/kg, padahal kualitasnya sama dengan benih impor.

Harga tersebut dinilai sangat menguntungkan petani kentang, sehingga diharapkan mereka mampu meningkatkan penghasilan yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat di sekitarnya.

Sumber : ANTARA (29/11/1996)

_____________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 781.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.