ITU GEMBONG PKI: AIDIT DI JOGJAKARTA ?

ITU GEMBONG PKI: AIDIT DI JOGJAKARTA ?

Kol. Katamso Ditjulik Dan Dibunuh ? [1]

Djakarta, Berita Yudha

Beberapa hari sebelumnja tanggal 30 September Legiun Veteran Daerah Istimewa Jogjakarta dibawah Komandannja Major Muljono telah giat mengadakan latihan2 dengan mempersendjatai Pasukan futi Legiun Veteran Jogjakarta dgn alasan untuk persiapan ikut merajakan HUT ABRI ke- XX. Selain dari pada itu Major Muliono djuga selaku Dan HANSIP Jogjakarta telah melatih anggota2 HANSIP jang terdiri dari Pemuda Rakjat dengan memberikan persendjataan jang lengkap.

Setelah pada tgl. 1 Oktober tersiar berita coup dan pembentukan Dewan Revolusi jang dipimpin oleh bekas Letkol. Sri Untung melalui siaran RRI Djakarta jang pada waktu dapat mereka kuasai, di Jogjakarta terdjadi penjodoran konsep mendukung Dewan Revolusi jang diadjukan kepada Kol. Katamso DANREM 72 oleh Major Muljono jang waktu mendjabat staf 5 Rem. 72 dan Dan HANSIP – DAN LEGIUN VETERAN JOGJAKARTA. Kol. Katamso tidak memberikan djawaban jang konkrit terhadap konsep tersebut dan menunggu instruksi2 lebih landjut dari atasan. Tapi sebelum kurir jang dikirim untuk menghubungi Pangdam DIPONEGORO datang kembali pada hari itu djam 16.00 Kol. Katamso telah ditjulik dari rumahnja beserta KAS. REM. Letkol Sugiono oleh seorang Sersan dari suruhannja Maj. Muljono, jang selandjutnja dibawa ke Kentungan. Selain dari pada itu Istana Sri Paku Alam wakil Kepala Daerah Istimewa Jogjakarta didjaga dengan kuat oleh pasukan2 Maj. Muljono.

Pada tanggal 2 Oktober massa jang terdiri dari Pemuda Rakjat, CGMI, IPPI dan sebagian dari anggota Legiun Veteran mengadakan demonstrasi massal dengan dikawal oleh barisan jang bersendjata berat. Dimana-mana dipasang pamflet2 jang berisi pemjataan pernjataan mendukung Gerakan 30 September dan mengutuk apa jang mereka sebut Dewan Djenderal.

Setelah ada siaran dari RRI Pusat, bahwa studio RRI sudah kembali ditangan Pemerintah dan setelah ada perintah dari Djakarta supaja Pimpinan Pemerintahan dikembalikan kepada Pimpinan Pemerintahan sebagaimana sebelum terdjadinja Gerakan 30 September, Major Muljono bertempat studio RRI Jogjakarta, menjerahkan kembali kekuasaan Pemerintah pada Polisi Militer setempat. Selandjutnja Major Muljono dengan anak buahnja meninggalkan kota menuju ke Selatan kedaerah Tingkat II Bantul.

Pada hari berikutnja timbul demostrasi massal jang dilakukan setjara spontan oleh massa Rakjat jang progresip revolusioner untuk mengutuk gerombolan kontra revolusi “G-30-S” dan menuntut pembubaran PKI. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA(14/1 0/1965)

 

[1]Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam  Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, Hal 96-97.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.