INVENTARISASI AKSEPTOR KB MANDIRI YANG BELUM PEROLEH PIAGAM

INVENTARISASI AKSEPTOR KB MANDIRI YANG BELUM PEROLEH PIAGAM

 

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto memberi petunjuk kepada Kepala BKKBN Pusat, Haryono Suyono, untuk mengiventarisasi para akseptor KB Lestari 10 tahun dan 16 tahun yang belum memperoleh piagam penghargaan.

“Setelah inventarisasi itu selesai Presiden Soeharto berkenan memberikan penghargaan itu kepada mereka pada akhir tahun ini atau awal tahun depan,” kata Kepala BKKBN Pusat, Haryono Suyono kepada wartawan setelah menemui Presiden di Jalan Cendana, Jakarta, Senin pagi.

Kepada Presiden dilaporkan pula tentang persiapan pendirian KB Mandiri di 16 kota lagi di Indonesia ini. Sehingga nantinya akan berjumlah 31 kota.

Diharapkan Presiden akan meresmikan penggunaan alat-alat KB Mandiri dengan potongan khusus 40% sampai 60%, tapi tidak terbatas hanya di 31 kota itu. Untuk mendukung program dan gerakan KB Mandiri pemerintah perlu menawarkan berbagai obat dan alat kontrasepsi melalui jalur swasta, dengan potongan harga khusus mulai awal Desember 1988.

Presiden Soeharto melalui Kepala BKKBN Pusat minta agar masyarakat yang telah merasakan manfaatnya ber-KB untuk menceritakannya kepada masyarakat sekelilingnya. “Jadi jangan sampai kenikmatan itu dimiliki sendiri,” katanya mengutip Presiden.

Dilaporkan pula oleh Haryono Suyono tentang kunjungan tamu dari berbagai negara untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan program KB di Indonesia . Misalnya tamu dari Kenya, Pakistan dan dari Bank Dunia. Dijadwalkan tamu yang akan datang dari RRC danBangladesh berjumlah seluruhnya 30 orang.

Kepada tamu-tamu tersebut agar dijelaskan secara tahap demi tahap pelaksanaan KB di Indonesia, sehingga mereka mengerti betul dan tidak bingung.

Kepala BKKBN Pusat ini juga melaporkan tentang keberhasilan penanaman pohon kelapa hibrida yang dilakukan oleh para akseptor. Diharapkan ini akan terus dikembangkan sehingga memperoleh hasil yang memadai.

Mengenai para akseptor yang belurn siap sepenuhnya untuk mandiri tidak perlu takut atau kuatir, karena pemerintah selalu siap membantu mereka melalui klinik-klinik KB dan Puskesmas.

 

 

Sumber : ANGKATAN BERSENJATA (06/09/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 652.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.