INSTRUKSI PRESIDEN AGAR SEMINAR, RAKER DAN SEMACAMNYA DIKURANGI DISAMBUT BAIK DI DPR- RI

INSTRUKSI PRESIDEN AGAR SEMINAR, RAKER DAN SEMACAMNYA DIKURANGI DISAMBUT BAIK DI DPR- RI

Instruksi Presiden Soeharto agar dalam Repelita III mendatang kegiatan seminar, rapat kerja, lokakarya dan kegiatan semacamnya harus dikurangi karena yang penting adalah mengambil langkah2 nyata di lapangan tentang apa yang sudah diseminarkan sebelumnya, telah mendapat sambutan dan dukungan sepenuhnya di DPR RI.

Wakil Ketua Fraksi Karya Pembangunan (FKP) Harsono RM menyatakan kepada pers di Gedung DPR Senayan Senin pagi, dasar dari instruksi Presiden tersebut sungguh sangat tepat sekali, yakni bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk kegiatan seminar, raker, lokakarya dan semacamnya itu dapat digunakan bagi kegiatan pelaksanaan di lapangan.

Soalnya, katanya, kenyataan menunjukkan selama ini, kegiatan2 seminar, raker, lokakarya, dan lainnya itu yang anggaran dimasukan ke dalam DIP (Daftar Isian Proyek) terlalu banyak selama Pelita2 yang lalu (Pelita I dan Pelita II).

Oleh karena itu, demikian ia menyatakan, tidaklah mengherankan jika Pak Harto sampai menginstruksikan harus dikurangi kegiatan2 seminar, raker, lokakarya dan semacamnya itu dalam Pelita III mendatang, mengingat betapa banyaknya uang negara yang dihabiskan untuk kegiatan serupa itu yang hasil dan manfaatnya belum tentu dapat dirasakan dan dinikmati langsung oleh rakyat.

Wakil ketua FKP untuk bidang Industri dan Pembangunan itu membenarkan kenyataan selama ini, banyak kegiatan seminar, raker, lokakarya dan semacamnya itu sekedar menghabiskan sisa anggaran pada suatu Departemen atau instansi pada akhir tahun anggaran yang apabila tidak dimanfaatkan akan hangus. Disinilah terletak kekeliruan berfikir, kata tokoh2 FKP tersebut.

Untuk Kongko2 dan Kumpul2

Harsono RM menyatakan, karena banyak hal yang tidak perlu diseminar diseminarkan, yang tidak perlu diraker dirakerkan, yang tidak perlu dilokakarya dilokakaryakan dan sebagainya, maka tidak mengherankan pula apabila ada pendapat kegiatan serupa itu hanyalah sekedar untuk kongko2, kumpul2, silaturahmi dan semacamnya untuk menghabiskan uang saja.

Banyak sudah kita ikuti dan kita lihat semacam seminar2, raker2, dan lokakarya2 namun tidak kita lihat hasil tindak lanjutnya dalam arti realisasi hasilnya yang benar2 bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara katanya.

Kita menghendaki, jika ada sesuatu seminar, raker, lokakarya dan semacamnya itu yang telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, makahasilnya benar2 hanya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Hasilnya itu hendaknya benar2 dapat memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat bangsa dan negara kita, katanya menandaskan.

Ia menilai ada tiga macam tujuan dari seminar raker dan lokakarya selama ini, yakni pertama untuk sekedar menghabiskan sisa anggaran pada akhir tahun anggaran sehingga diadakan kongko2 dan kumpul2 kedua dengan maksud untuk menonjolkan keahlian, dan ketiga adalah untuk memecahkan sesuatu problema (permasalahan) yang sedang dihadapildirasakan oleh masyarakat bangsa dan negara.

Saya kira, yang ketiga itulah, yaitu untuk memecahkan suatu problema yang tepat dan yang harus didukung, katanya.

Oleh karena itu perlu diteliti, macam2 seminar raker, lokakarya dan semacamnya itu, mana yang benar2 penting dengan hasilnya yang nyata bagi memecahkan persoalan2 yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa, dan negara kita, demikian Harsono R.M. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (26/03/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 48-49.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.