INPRES DESA MISKIN BANTU TINGKATKAN SWADAYA MASYARAKAT 

INPRES DESA MISKIN BANTU TINGKATKAN SWADAYA MASYARAKAT  [1]

 

Jakarta, Antara

Mulai tahun anggaran 1994/95 pemerintah akan mengeluarkan dana Inpres khusus untuk desa miskin dengan tujuan membantu swadaya masyarakat sebingga mereka yang masih tergolong miskin mampu mengentaskan diri dari kemiskinan.

“Sebubungan dengan itu, akan ditentukan desa-desa miskin yang memerlukan bantuan Inpres tersebut,” kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita, dalam keterangannya melalui telepon kepada ANTARA di Jakarta, Kamis petang.

Dijelaskannya, penentuan desa-desa miskin yang memerlukan bantuan Inpres tersebut akan dipadukan dengan upaya pemutakhiran peta kemiskinan berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) hasil survei tahun 1990.

Dalam upaya pemutakhiran peta kemiskinan tersebut, kepada para gubemur dan bupati/kepala daerah diminta untuk membantu BPS mendata-ulang desa-desa miskin di daerahnya berdasarkan kriteria “yang akan disempurnakan”. Mengenai kriteria baru untuk menentukan desa-desa yang masih tergolong miskin, BPS akan memberi petunjuk kepada kantor-kantor perwakilannya di daerah, demikian Ginandjar.

Berkurang Secara Bertahap

Dalam keterangannya kepada wartawan seusai bersama Kepala BPS Azwar Rasyid melapor kepada Presiden Soebarto di Bina Graha, Kamis, Ginandjar menjelaskan bahwa ia akan berkonsultasi dengan berbagai instansi terkait sebubungan dengan bakal dikeluarkannya Inpres khusus untuk desa miskin tersebut. Kegiatan Inpres ini akan ditetapkan berdasarkan hasil pemutakhiran data BPS tersebut, dan dengan adanya Inpres itu diharapkan jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan secara bertahap semakin berkurang. Menurut Azwar Rasyid, pemutakhiran data BPS hasil survei tahun 1990 itu akan dilakukan oleh para mantri statistik yang kemampuannya tidak perlu diragukan. (T­ EUOl/13/05/93  21:04/EU03/21.35)

Sumber:ANTARA (13/05/1993)

_______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 886-886.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.