Ingin Membela Bapak

Kepada

Yth. Bapak Haji Mohammad Soeharto

Jl. Cendana Jakarta

INGIN MEMBELA BAPAK [1]

Dengan segala hormat,

Semoga selamat, rahmat dan berkah dari Allah Tuhan, selalu ada pada Bapak beserta keluarga.

Dengan ini kami, Bambang Wijiyanto, pekerjaan Penasehat Hukum, berpraktek di Jakarta, sungguh berkeinginan untuk diperkenankan berpartisipasi bersama rekan lain yang telah ada, untuk memberikan bantuan hukum kepada Bapak beserta keluarga, hanya saja kami menyadari dan andaikata pembelaan dimaksud hanya berada dalam impian kami, sepantasnya harus sudah berterima kasih dan juga sangat bangga.

Sungguh, kami amat sangat tidak rela atas apa yang telah diperlakukan oleh segelintir orang atau hanya sekelompok orang, terhadap segala pengabdian, pengorbanan, perjuangan dan jasa-jasa besar, yang telah bapak beserta keluarga sumbangkan dengan ketulusan, keikhlasan dan kebesaran jiwa bagi masyarakat, bangsa dan negara ini dan bahkan untuk seluruh dunia, diragukan, disepelekan dan bahkan dianggap tidak pernah ada, dengan cara-cara yang sangat tidak berbudaya.

Sungguh kami tetap yakin, atas keluguan, kesederhanaan, kehalusan serta kerendahan hati dan dengan kebijaksanaan Bapak sekeluarga, tentu dan pasti semua cobaan yang amat berat ini dapat diatasi dengan cara yang baik.

Di samping itu, kami selalu berdoa untuk keberhasilan Bapak sekeluarga dalam mengatasi dan menyelesaikan berbagai masalah dan juga dengan ini kami kirimkan 2 (dua) cuplikan tembang dari serat Wedotomo, dengan harapan dapat menjadi penghibur bagi Bapak beserta keluarga.

Demikian, dan atas diterimanya surat ini, kami haturkan terima kasih.

  1. Serat Pangkur
  • Mangkono ngelmu kang nyoto,
  • Sanyatane amung woh reseping ati,
  • Bungah ing angaran cubluk,
  • Sukeng tyas yen den ino,
  • Nora koyo si penggung anggung gumrunggung,
  • Ugungo sadino-dino,
  • Aja mangkono wong urip;
  1. Serat Poeung
  • Lilo lamun kelangan nora gegetun,
  • Trimo yen ketaman,
  • Sakserik sameng dumadi,
  • Tri legowo sumarah srah ing Bathoro;

Dengan ini kami juga siap untuk menghadapi:

1) Sdr. DR. Amien Rais

2) Sdr. Prof SRE. Sahetapy, SH

3) Sdr. DR. Albert Hasibuan, SH

4) Sdr. DR. George Adi Condro

5) Sdr. Cristian Wibisono

6) Dan lain-lain, yang telah bermulut lancang, keji dan tidak berbudaya telah melakukan dan menyebarluaskan fitnah bohong, tanpa bukti serta hanya mencari-cari masalah juga telah mengganggu stabilitas nasional secara nyata, untuk keuntungan dan popularitas pribadi dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Kami sungguh-sungguh curiga dengan mereka.

Demikianlah, dan atas kesalahan kami baik sengaja ataupun tidak, sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, termasuk juga apabila tulisan ini bahasanya sangat kasar.

Terima kasih kami haturkan kepada Bapak beserta keluarga. (DTS)

Hormat kami,

Bambang Wijiyanto

Bekasi

[1]       Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 319-320. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

1 Comment
  1. Dinar RAhadityo says

    Apa itu amien rais, orang yg sakit jiwa itu amien rais

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.