INDONESIA-VENEZUELA INGIN TINGKATKAN HUBUNGAN BILATERAL

INDONESIA-VENEZUELA INGIN TINGKATKAN HUBUNGAN BILATERAL

 

 

Caracas, Angkatan Bersenjata

Presiden dan lbu Tien Soeharto tiba di Caracas, ibukota Venezuela Minggu sore waktu setempat atau Senin dini hari di Indonesia, untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari sebelum menghadiri KTT Kelompok 15 (G-15) negara berkembang yang kedua di kota ini.

Kunjungan itu adalah yang pertama dilakukan seorang Presiden RI ke negeri di bagian utara Amerika Selatan ini, sejak kedua negara membuka hubungan diplomatik pada Oktober 1959, dan dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan bilateral yang lebih nyata di segala bidang.

Presiden Soeharto dalam kunjungan ini disertai Menko Ekuin Radius Prawiro, Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, dan Menlu Ali Alatas.

Di bandara internasional Simon Bolivar, Presiden Soeharto dijemput Presiden Venezuela Carlos Andres Perez dalam suatu upacara penyambutan militer.

Mengawali acara kunjungannya, Presiden Soeharto Senin pagi melakukan peletakan karangan bunga di makam Simon Bolivar, tokoh pembebasan yang melawan kolonialisme Spanyol pada 1821.

Menjelang tengah hari, Presiden Soeharto mengadakan pembicaraan dengan Presiden Perez di Istana Negara Miraflores, sedang para pejabat tinggi Indonesia pada saat bersamaan mengadakan pembicaraan dengan pejabat tinggi Venezuela.

Senin malam Presiden dan Ibu Tien Soeharto menghadiri jamuan kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Venezuela dan Ny. Rodriquez de Perez di Istana Presiden La Casona. Presiden Perez dalam wawancara dengan wartawan Indonesia, Sabtu menyatakan, pada pertemuan itulah akan dibahas upaya-upaya untuk mengadakan hubungan kerjasama yang konkrit antara kedua negara, yang telah ada selama 30 tahun lebih tetapi belum mendapat perhatian.

Selasa pagi Presiden Soeharto mengadakan pembicaraan sebelum menyaksikan penandatanganan naskah perjanjian antara Menlu RI dan Menlu Venezuela. Menjelang siang Presiden Soeharto dengan diantar Presiden Perez menuju Parque Universal de laPaz (Taman Perdamaian Dunia) di luar Caracas dengan helikopter untuk menanam sebatang pohon perdamaian.

Ibu Tien Soeharto Senin pagi akan mengunjungi Rumah Sakit terkemuka “de Dios” di Caracas, selanjutnya dengan pesawat udara mengunjungi kota Puerto Ordaz, dan pada hari Selasa Ibu Tien akan mengunjungi Museum Seni Kontemporer di pusat kota Caracas.

 

Pendapatan Tertinggi

Venezuela, berpenduduk 20 juta, dan paling kaya sumber minyak di Amerika Selatan. Pendapatan per kapita penduduknya tertinggi di kawasan itu, sekitar 2,800 juta dolar setahun. Selain minyak, negeri ini menghasilkan juga aluminium dan besi baja.

Sejauh ini hubungan dagang antara Indonesia dan Venezuela dilakukan melalui negara ketiga terutama Jepang, Hongkong uan Singapura. Volume perdagangannya pun masih kecil dibanding potensi yang dimiliki kedua negara. (SA)

 

Sumber : ANGKATAN BERSENJATA(26/11/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 248-249.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.