INDONESIA TERIMA PENYERAHAN KAPAL PELNI “BUKIT SIGUNTANG”

INDONESIA TERIMA PENYERAHAN KAPAL PELNI “BUKIT SIGUNTANG”[1]

 

Hamburg, Antara

Indonesia, diwakili Dubes RI Bonn, Hartono M, di Papenburg, Jerman, Sabtu, menerima penyerahan kapal baru Pelni “Bukit Siguntang” dari pihak galangan kapal Meyer Werft dalam upacara penurunan bendera Jerman dan penaikan Sang Saka Merah Putih di atas kapal itu.

Sebelumnya, Ny. Yunisa Ali Alatas (isteri Menlu RI) meresmikan nama kapal itu “Bukit Siguntang” dalam acara pemecahan botol ke lambung kapal disaksikan antara lain Menlu Ali Alatas, Menhub Haryanto Dhanutirto, Dirjen Hubla Soentoro, para anggota Komisi V DPR RI, dan sekitar 150 anggota masyarakat Indonesia dan Jerman.

“Bukit Siguntang” diambil dari nama gunung yang terletak di Sumatera Selatan. Kapal dengan panjang 146,50 meter, lebar 23,40 meter dan berkapasitas angkut 2000 penumpang yang akan berangkat menuju perairan Indonesia pada 15 Oktober mendatang itu, direncanakan akan melayari Belawan-Tanjung Priok pp.

“Bukit Siguntang” merupakan kapal ke-17 yang selesai dibangun dari 20 kapal pesanan Pelni sejak 1983 sampai 1998 di galangan kapal yang juga membuat kapal pesiar temama pesanan beberapa negara lain.

Menurut Menhub Dhanutirto, 40 juta penumpang telah diangkut kapal buatan galangan Meyer sejak dioperasikan mulai 1983. Kapal tipe 2000 (berkapasitas 2.000 penumpang) buatan pabrik yang sama yang telah dioperasikan antara lain KM Kerinci, KM Kambuna, Rinjani, Umsini, Tidar, Ciremai dan Dobonsolo.

Sedang tipe 1000 (berkapasitas 1.000penumpang) yang telah beroperasi antara lain KM Kelimutu, Lawit, Tatamailau, Sirimau, Awu, Leuser, Binaiya, Bukit Raya dan Tilongkabila. Galangan kapal yang tahun 1991 dikunjungi Presiden Soeharto itu secara keseluruhan telah membuat 26 kapal pesanan Indonesia sejak 1958.

Tiga sisa kapal tipe 2000 pesanan PT. Pelni dijadwalkan diserahkan tahun 1997 dan 1998. Galangan Meyer Papenburg-kurang lebih 200 km Barat Daya Hamburg juga menjalin kerjasama dengan PAL Surabaya dalam memproduksi kapal berkapasitas 500 penumpang.

Sumber : ANTARA (17/10/1996)

____________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 753-754.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.