INDONESIA TAWARKAN IMBAL BELI PADA UKRAINA

INDONESIA TAWARKAN IMBAL BELI PADA UKRAINA[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menawarkan kepada Presiden Ukraina Leonid Kuchma untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi di antara kedua negara dengan menggunakan sistem imbal beli.

“Tentu saja ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan misalnya pengaturan sistem perbankan.” kata Mensesneg Moerdiono kepada pers ketika menjelaskan hasil pertemuan kedua kepala negara di Istana Merdeka, Kamis.

Moerdiono menyebutkan Bank Indonesia dan Bank Sentral Ukraina akan segera membicarakan masalah pengaturan sistem perbankan tersebut untuk memperlancar peningkatan kerjasama itu.

Kedua pemimpin sepakat tentang perlunya kedua negara menandatangani nota persepahaman (MOU) di berbagai bidang serta perlunya membentuk komisi bersama.

Pada pertemuan  yang berlangsung sekitar satu jam itu, Presiden Soeharto menawarkan kepada Ukraina untuk meluncurkan satelit komunikasi Indonesia dengan menggunakan roket mereka di salah satu daerah khatulistiwa di tanah air.

Pada kesempatan itu, Presiden  Soeharto dan Presiden Kuchma juga membicarakan kemajuan industri hulu di Ukraina dan perkembangan pesat industri hilir di Indonesia.

“Ukraina bisa memasok bahan baku industri baja. Kedua pemimpin sepakat bahwa penyediaan bahan baku bagi industri baja dari Ukraina perlu dijajaki Indonesia.” kata Moerdiono.

Pada pertemuan itu, Ukraina menjelaskan kemajuan mereka di bidang industri yang menggunakan teknologi tinggi, seperti pabrik pesawat udara, perkapalan, kapal perang dan kapal induk.

Kuchma yang baru pertama kali ke Indonesia menjelaskan situasi di negaranya, sementara itu Presiden Soeharto juga menjelaskan perkembangan di Indonesia.

Menurut Moerdiono, karena kedua negara memiliki potensi untuk bekerja sama, maka kedua pemimpin sepakat tentang perlu ditingkatkan nya kontak di antara para pejabat tinggi dan dunia usaha.

Sumber : ANTARA (11/04/1996)

_____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 297-298.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.