INDONESIA SETUJU SEWAKAN SEBAGIAN SATELIT PALAPA UNTUK KEPENTINGAN BANGLADESH

INDONESIA SETUJU SEWAKAN SEBAGIAN SATELIT PALAPA UNTUK KEPENTINGAN BANGLADESH

Indonesia pada prinsipnya menyetujui untuk menyewakan sebagian penggunaan satelit Palapa bagi kepentingan Bangladesh, demikian salah satu hasil-pembicaraan Presiden Soeharto dan Presiden Ziaur Rachman di Dakka Selasa pagi.

Satelit consab yang digunakan Bangladesh dewasa ini hampir habis masa berlakunya dan negara itu minta kepada Indonesia untuk dapat menyewakan satelit Palapa bagi kepentingan Bangladesh.

“Prinsipnya Indonesia sudah setuju tinggal pelaksanaan tehnisnya akan diatur,” kata Direktur Asia Pasific Deplu Sudarsono.

Pembicaraan Presiden Soeharto dan Presiden Ziaur Rachman berlangsung dua jam di istana kePresidenan dalam suasana persahabatan dan blak2an.

Bangladesh mengajukan keinginannya untuk mengimport semen dari Indonesia sampai tahun 1985 dan juga flinkote, bahan baku semen karena mereka akan memprosesnya menjadi semen di Bangladesh.

Dalam pertemuan itu telah disepakati bahwa kedua pemerintah akan melakukan inventarisasi proyek2 apa yang dapat dilakukan bagi peningkatan kerja sama kedua negara itu.

Dalam bidang perminyakan Bangladesh ingin belajar lebih banyak dari Indonesia misalnya tentang Undang-undang penanaman modal asing termasuk undang2 pertambangan agar hal ini dapat menarik investor asing menanamkan modalnya di Bangladesh untuk kegiatan2 perminyakan dan gas alam.

Bangladesh juga mengajukan permintaan agar Indonesia dapat mengisi kekurangan minyak bumi Bangladesh yang mencapai lebih kurang 200.000 ton. Selain semen Bangladesh juga ingin lebih banyak mengimport pupuk dari Indonesia.

Kedua Kepala Negara itu dalam pertemuan tsb sepakat perlunya penarikan pasukan asing dari Kampuchea. Ketika pembicaraan berlangsung antara kedua Kepala Negara itu Mensesneg Sudharmono S.H. mengadakan pertemuan terpisah dengan rekan2nya dari Bangladesh.

Suatu perjanjian kerja sama tehnik antara kedua negara akan ditanda tangani hari Rabu dan sebuah komunike bersama akan dikeluarkan pada saat berakhimya kunjunganPresiden Soeharto di Bangladesh hari Rabu pagi.

Selasa sore, Presiden akan menghadiri resepsi di walikota Dakka dan malamnya akan beramah tamah dengan masyarakat Indonesia dikediaman Dubes RI untuk Bangladesh. (DTS)

Dakka, Antara

Sumber: ANTARA (20/11/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 240.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.