INDONESIA SELAMANYA MENDUKUNG PERJUANGAN BANGSA ARAB MELAWAN ISRAEL

INDONESIA SELAMANYA MENDUKUNG PERJUANGAN BANGSA ARAB MELAWAN ISRAEL

Presiden Soeharto

Presiden Soeharto menegaskan kembali, Indonesia selamanya tanpa ragu-ragu mendukung perjuangan bangsa-bangsa Arab dalam melawan agresi Israel dan selalu berdiri di fihak rakyat Palestina dalam perjuangan besar memperoleh kemerdekaannya.

Presiden menyatakan hal itu dalam pidato balasannya ketika menerima surat-surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Arab Saudi yang baru untuk Indonesia, Sheikh Mohammad Said Bashrawi di Istana Mardeka

Presiden mengingatkan, pernbukaan Undang-Undang Dasar RI yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan.

"Belum merdekanya rakyat Palestina kami rasakan sebagai belum selesainya perjuangan kami juga", kata Kepala Negara menegaskan.

Presiden Soeharto mengatakan, seluruh umat manusia mendambakan perdamaian dunia, namun dunia dewasa ini masih penuh dengan berbagai ketegangan, kemelaratan dan kemiskinan masih bertebaran di mana-mana.

Semuanya itu jelas merupakan tantangan bagi seluruh umat manusia dan jawabannya adalah mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan dan bersamaan dengan itu membangun masyarakat di seluruh dunia, katanya.

Diikat Hubungan yang Mendalam

Pada awal pidatonya, Presiden Soeharto mengingatkan, hubungan persahabatan yang erat antara kedua bangsa diikat oleh hubungan kebudayaan dan kerokhanian yang sudah berakar lama dan mendalam.

Ia mengatakan, bahagian terbesar rakyat Indonesia yang jumlahnya 150 juta jiwa itu adalah kaum Muslimin.

Indonesia merupakan negara yang berketuhanan Yang Maha Esa dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Tiap tahun kaum Muslimin dan Muslimat Indonesia dalam jumlah yang cukup besar mengunjungi Tanah Suci untuk menunaikan ibadah hajinya.

Hubungan yang demikian itu pasti merupakan akar yang kuat lagi tumbuhnya kerja sama di antara kedua negara dalam menanggulangi bersama-sama masalah­masalah kemanusiaan yang paling besar, yakni mengangkat martabat dan harkat manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa serta menciptakan terwujudnya perdamaian dunia yang berkeadilan, demikian Presiden Soeharto.

Upacara penerimaan surat2 kepercayaan itu dihadiri Menko Polkam M. Panggabean, Mensesneg Sudharmono SH, Sekmil Kardono serta pejabat tinggi Deplu.

Ketika Duta Besar Arab yang baru memasuki halaman Istana disambut oleh pasukan kehormatan berseragam merah putih, kemudian diperdengarkan lagu-lagu kebangsaan kedua negara.

Duta Besar Arab Saudi yang baru yang mengenakan pakaian jubah putih panjang dan memakai sorban hitam dalam pidatonya dalam bahasa Arab antara lain mengatakan pentingnya hubungan kedua negara antara bangsa Indonesia dan Arab terus ditingkatkan.

Duta Besar Sheikh Mohamad Said Bashrawi menggantikan Dubes Arab Saudi yang lama Sheikh Bakar Abbas Khomais yang telah menyelesaikan masa tugasnya di Indonesia. (RA)

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (30/09/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 836-837.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.