INDONESIA SEGERA MILIKI “BAYT AL QURAN” TERBESAR DI DUNIA

INDONESIA SEGERA MILIKI “BAYT AL QURAN” TERBESAR DI DUNIA[1]

 

Jakarta, Antara

Bangsa Indonesia akan segera memiliki “Bayt Al Quran” terbesar di dunia dan Museum Istiqlal (MI) di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

BQ dan MI yang menurut rencana akan diresmikan oleh Presiden Soeharto, 20 April 1997 mendatang, merupakan museum terbesar di dunia Islam. Lebih besar dari Bayt  Al Quran yang ada di Bahrain atau Museum Islam di Mesir.

Menurut Ketua Dewan Kurator, Ahmad Noe’man, di Jakarta, Jumat, dua bangunan tersebut akan memberikan makna bahwa “Bayt Al Quran” (Rumah Al quran) menggambarkan fungsi Al Quran sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia.

Sedang Museum Istiqlal, katanya, menjadi wujud nyata dari hasil pelaksanaan petunjuk Allah dalam kehidupan dan budaya umat Islam Indonesia.

Berdirinya BQ dan MI berawal dari gagasan Ibu Tien Soeharto, yang pembangunannya oleh Departemen Agama. Bangunan empat lantai yang lu as seluruhnya mencapai 20.402 meter persegi itu menghabiskan dana sekitar Rp 43 milyar.

Bangunan yang berdiri megah di atas lahan 20.013 meter persegi akan diisi barang-barang meliputi benda seni dan budaya tradisional religius, naskah, arsitektur, kaligrafi, manuskrip, seni kontemporer dan lainnya yang berkaitan seni budaya Qurani dan Islami.

Sementara itu, menurut Humas pembangunan dua museum tersebut, Ishadi SK, proses pengisian benda-benda koleksi BQ dan MI memakan waktu antara dua tiga tahun.

Panitia pengisian, yang dalam hal ini diangkat melalui SK Menag, katanya, saat ini masih terus mengumpulkan benda-benda yang akan dipamerkan kepada masyarakat umum, sehari setelah diresmikan itu.

Menteri Agama, lanjutnya, juga sangat mengharapkan partisipasi masyarakat Is­lam di seluruh Indonesia, untuk membantu pengisian tersebut.

Salah seorang anggota dewan kurator, Prof. Dr. Ambary mengatakan, pacta tahap awal pengisian kedua museum adalah dengan menempatkan khazanah yang ditampilkan pacta Festival Istiqlal I, II, ditambah lagi benda-benda lain yang berasal dari hibah atau sumbangan dari berbagai kolektor beberapa daerah.

“Khusus untuk bidang seni kontemporer tersaji hasil karya mutakhir para seniman muslim, baik seni kaligrafi, lukis atau seni tiga dimensi.” ujar Ambary.

Lebih lanjut Ambary mengatakan, BQ dan MI disamping berfungsi melestarikan khazanah seni budaya islam, juga berfungsi mengembangkan kreativitas di bidang seni budaya.

“Nantinya, Bayt Al Quran bukanlah sekedar tempat memamerkan Al Quran yang berasal dari berbagai penjuru nasional. Namun lebih dari itu ia akan menjadi laboratorium penelitian dan pengembangan kajian-kajian ilmu yang berkaitan dengan AI Quran.” Kata Ambary.

Oleh karenanya, dalam tata ruang yang ada akan terdapat ruang pamer (ruang utama), ruang kajian, perpustakaan dan ruang untuk menelaah Alquran, demikian Ambary.

(T.HN06/PU16/C/DN05/19:00/DN01/21103/9719:24)

Sumber: ANTARA (21/03/1997)

______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 520-522.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.