“INDONESIA OPPORTUNITIES 96” USAI, EMPAT KONTRAK DITANDATANGANI

“INDONESIA OPPORTUNITIES 96USAI, EMPAT KONTRAK DITANDATANGANI[1]

 

 

Beijing, Antara

Pameran dagang Indonesia di China, yang pertama kali diselenggarakan oleh swasta, Senin petang usai dan menghasilkan penandatanganan empat kontrak bisnis, tiga memorandum kesepakatan, 20 letter of intent serta ratusan proyek yang akan dirundingkan lebih lanjut ataupun proyek-proyek dalam pertimbangan.

Pameran yang bertema “Indonesia Opportunities 96” tersebut, yang dilaksanakan oleh PT. Indo Asean Persada (IAP) bekerjasama dengan mitra China Sinochem, telah berlangsung sejak Kamis (26/9) dan diikuti 31peserta besar kecil, termasuk PT. IPTN dan PT. Citra Lamtoro Gung (Citra Group).

Hasil-hasil pameran yang diperoleh dari panitia menunjukkan kontrak bisnis terjalin antara Sahid Group, PT. Asia Propertama, PT. Mulia Sakti danPT. Sucofindo dengan mitra China masing-masing.

Sedangkan untuk MoU, antara lain Citra Group melaksanakan dua penandatanganan (jalan tol dan rubber dam di Propinsi Guangdong) dan Sahid Group (satu).

Untuk letter ofint ent seluruhnya 20, antara lain Citra Group (tujuh),PT. Texmaco (tiga), PT. Burnimas (tiga), PT. IAP(satu) dan PT. Mulia Sakti Marketarna (tiga).

Untuk proyek-proyek yang sedang dalam perundingan (project under negotia­ tion) berjumlah 141, di antaranya Citra Group (tujuh), Batam/BTPB (20), Texmaco (tujuh), Sahid Group (tiga), PT. Burnimas (satu), PT. IAP(tiga), Mulia Sakti Pratarna (23), Indosigma Surya Co. (28), PT. Sucofindo (20), Pu skud “Hasanuddin” Ujung pandang (tiga), PT. Triayu Baskara (deIapan), Intermas Pacific (lima) dan SP Communication (satu).

Proyek-proyek dalam pertimbangan (under consideration) seluruhnya 207, antara lain Citra Group (11), Batam/BTPB (30), Texmaco (14), Sahid Group (lima),Asia Propertama (dua), PT. Narof el Teknik Indonesia (20), PT. Astari Niagara (20), PT. lAP (tujuh), Mulia Sakti Marketama (dua), PT. Indosigma Surya Co. (40), PT. Sucofindo (30), Puskud “Hasanuddin” (lima), PT. Triayu Baskara (15) dan PT. Intermas Pacific (10).

 

Wakil Ketua NPC

Sementara itu, menjelang penutup an (Senin pagi), delegasi kecil panitia penyelenggara terdiri atas staf ahli Menko Prodis bidang sumberdaya manusia dan teknologi, Djermani Sandjaya dan ketua panitia Budi Moeffieni didampingi Dubes Rl untuk China, Juwana, diterima Wang Guangying, wakil Ketua Badan Pekerja Kongres Rakyat Nasional (NPC, parlemen) di Balai Agung Rakyat. Dalam kesempatan itu Wang Guangying dalam kedudukannya selaku ketua Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial Budaya China-Indonesia menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan pameran.

Wang, yang sudah tiga kali mengunjungi Indonesia dan yang terakhir pada pertengahan September, mengggarisbawahi pernyataan Presiden Soeharto saat ia diterima Kepala Negara di Jakarta mengenai perlunya hubungan kedua negara semakin ditingkatkan.

Diungkapkannya, pihak China memberi perhatian tinggi pada hubungan China­Indonesia yang tercermin dari didudukkannya seorang wakil ketua NPC, yang sekarang dijabatnya, pada kedudukan ketua Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial Budaya China-Indonesia tersebut.

Dalam kesempatan itu, Djermani Sandjaja menyampaikan bahwa pameran yang dilaksanakan di Beijing itu merupakan inisiatif pihak swasta Indonesia dan atas nama Menko Prodis disampaikan harapan kegiatan tersebut akan semakin memperoleh pengertian dari pihak China.

Djermani menyampaikan bahwa promosi  perdagangan  Indonesia yang digerakkan swasta tersebut sepenuhnya memperoleh dukungan dari Pemerintah Indonesia.

Ditegaskan, hubungan baik yang akan terbina antara kalangan pengusaha kedua negara akan membawa banyak manfaat untuk hubungan yang lebih baik di antara kedua negara.

 

Puas

Sementara itu, dari kalangan peserta terdengar pemyataan puas akan hasil-hasil yang dicapai daripartisipasi perusahaan mereka dalam pameran.

“Tidak diduga, banyak masukan kamiperoleh dari pameran ini.Demikian besar peluang yang bisa dikembangkan di China” kata Idham Mannaga, wakil pimpinan Puskud “Hasanuddin” yang diwawancarai singkat menjelang penutupan pameran.

Puskud tersebut telah menandatangani kontrak pengapalan gaplek (manioc) dua kali masing-masing 5.000 ton dalam waktu tiga bulan ini (Oktober dan Desember) dengan harga 110 dolar per metrik ton.

Menurut Mannaga, peluang untuk gaplek beranjak dari kenyataan bahwa di China komoditi ini dijadikan bahan baku industri makanan dan minuman manusia serta juga bahan baku baku alkohol untuk industri kosmetika.

“Di Eropa gaplek kita hanya dijadikan makanan temak” kata Idham yang menambahkan potensi untuk gaplek besar melihatjumlah penduduk China yang 1,28 miliar sedangkan gaplek Indonesia (berkadar pati 74 persen) adalahjenis yang dicari di China.

Selain gaplek, Puskud “Hasanuddin” membawa pula komoditi-komoditi lain, termasuk kopi danrotan mentah Sulawesi Selatan untuk diperkanalkan di pameran.

Pernyataan-pernyataan senada disampaikan sejumlah peserta lainnya yang mewakili berbagai sektor bisnis seperti properti, tekstil, furnitur, industri kimia, tekstil sampai pariwisata.  (T.KL05/eu03/c/2250/RU6/23 :49)

Sumber: ANTARA  (30/09/1996)

______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 434-436.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.