INDONESIA MENDUKUNG JEPANG JADI ANGGOTA TETAP DK PBB

INDONESIA MENDUKUNG JEPANG JADI ANGGOTA TETAP DK PBB [1]

 

Tokyo, Merdeka

Indonesia mendukung Jepang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal itu dinyatakan Presiden Soeharto dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang, Kiichi Miyazawa di kediaman resminya di Tokyo, Senin.

Saat itu Presiden Soeharto menekankan perlunya perubahan di badan dunia tersebut dan mendesak Sekretaris Jenderal PBB segera merealisasikannya. Soeharto juga mengatakan kepada Miyazawa bahwa setelah Perang Dunia II, posisi Dewan Keamanan PBB yang ada sekarang ini dengan “lima kekuatan“, sudah tidak sesuai lagi.

Menurut Presiden Soeharto yang juga Ketua Gerakan Non Blok itu bahwa negara lain di luar Inggris, RRC, Rusia, Perancis dan AS, seharusnya juga diijinkan menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Miyazawa sendiri setuju dengan pendapat Presiden Soeharto,namun menurutnya masih banyak permasalahan di PBB pada masa mendatang.

Acara

Acara Presiden Soeharto pada hari kedua di Tokyo, Senin, sangat padat, setelah Kepala Negara dan Nyonya Tien Soeharto serta rombongan tiba di ibukota Jepang itu dari New York Minggu sore untuk kunjungan tiga hari sampai Selasa.

Presiden dan Nyonya Tien Soeharto ditemani oleh putrinya, Nyonya Siti Hediati Prabowo dijamu makan siang di Istana Akasaka oleh Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko yang juga ditemani oleh putri bungsu pasangan kerajaan Jepang itu, Norinomiya. Pada saat yang bersamaan, mulai pukul l2.30 sampai 14.00 Menteri I Sekretaris Negara Moerdiono, Penasehat Ekonorni Pemerintah Widjojo Nitisastro dan Duta Besar RI untuk Jepang Poedji Koentarso mengadakan acara “makan siang bisnis” dengan kalangan ekonomi pemerintah, yang diselenggarakan atas saran Dubes Jepang untuk Indonesia, Michihiko Kunihiro.

Dalam Business Lunch yang, berlangsung di sebuah restoran di Hotel Imperial, yaitu tempat kepala negara dan rombongan bermalam, dari pihak Jepang hadir selain Kunihiro juga Hiroshi Hashimoto, Deputi Dirjen untuk Ketjasama Ekonomi Deplu Jepang Kensuke Yanagiya, Presiden Badan Ketjasama Internasional Jepang (llCA) dan Chikao Tsukuda , Wakil Ketua OECF (Overseas Economic Cooperation Fund).

Pada pukul 15 .00 sampai 16.30 Kepala Negara dengan Mensesneg, Widjojo, Dubas Koentaro, serta beberapa pejabat tinggi lainnya diterima oleh Perdana Menteri Jepang Kiichi Miyazawa, di kediaman resmi PM di kawasan Chiyodaku di pusat Kota Tokyo.

Dalam kesempatan ini Menteri/Sekretaris pertama Kabinet Koichi Kato menemani Miyazawa. Seusai pertemuan ini kepala negara beristirahat dan menjelang saat acara jamuan makan malam oleh PM Miyazawa di Istana Akasaka yang dimulai pukul 18.30 sampai 20.30, Mensesneg mengadakan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri/Menlu Jepang, Michio Watanabe, yang sore itu baru tiba dari New York menghadiri Sidang Urnurn Majelis Umum PBB ke 47.

Pada saat kepala negara diterima PM Miyazawa, Nyonya Tien Soeharto dan Nyonya Ali Alatas, isteri Menlu Ali Alatas, ditemani Nyonya Poedji Koentarso, isteri Dubes RI di Jepang, menyak sikan pameran proses akhir pembuatan mutiara di lantai empat Hotel Imperial.

Presiden dan rombongan menurut rencana akan kembali ke tanah air hari Selasa pukul 14.00 waktu setempat. Pesawat khusus MD-11 Garuda Indonesia yang membawa rombongan diperkirakan tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul. 19.10 waktu setempat.

Sumber:  MERDEKA (29/09/ 1992)

 

 

__________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 378-379.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.