INDONESIA-KROASIA JAJAKI IMBAL BELI

INDONESIA-KROASIA JAJAKI IMBAL BELI[1]

 

Jakarta, Antara

Indonesia dan Kroasia sepakat untuk menjajaki penerapan sistem perdagangan imbal beli guna meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara tersebut.

Ketika menjelaskan hasil pembicaraan Presiden Soeharto dengan PM Kroasia Zlatko Matesa di lstana Merdeka, Kamis, Mensesneg Moerdiono mengatakan kepada pers, Kroasia berminat mengimpor batu bara Indonesia yang dianggapnya bermutu tinggi. Setiap tahun Kroasia memerlukan batu bara sekitar 1,5 juta ton.

Ketika mengomentari keinginan Kroasia itu, Presiden mengatakan kemungkinan diterapkan nya sistem imbal beli yang harus benar-benar menguntungkan kedua pihak.

Khusus mengenai Indonesia, Moerdiono mengatakan Indonesia berminat membeli kapal penangkap ikan buatan negara Balkan itu, karena mereka memiliki industri yang cukup maju.

Mengenai masalah perdagangan, Kroasia menawarkan diri untuk menjadi pintu gerbang bagi masuknya barang-barang Indonesia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Kroasia tetapi juga negara-negara Eropa Timur lainnya.

Moerdiono menyebutkan pula Indonesia sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mengangkut orang-orang Australia yang berasal dari Kroasia. Di Australia terdapat sekitar 250 ribu orang Kroasia yang sesekali ingin pulang kampung.

Sementara itu, PM Matesa yang hari Jumat pagi akan meninjau IPTN Bandung, telah menyampaikan keinginannya kepada Presiden untuk menjajaki pembelian pesawat buatan IPTN. Jika pesawat buatan IPTN itu jadi dibeli, maka akan dimanfaatkan untuk mengangkut wisatawan mancanegara dari Zagreb ke berbagai wilayah di negara itu.

Presiden juga telah minta Bank Indonesia untuk segera mencapai kesepakatan dengan mitranya di Kroasia tentang cara-cara pembayaran guna meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan. Untuk menarik wisatawan Kroasia, Indonesia bersedia memberikan kemudahan dengan memberikan visa on arrival.

Mensesneg kemudian mengumumkan rencana kunjungan Presiden Mongolia Punsalmaagiin Ochirbai dan isterinya Ny Sharavyn Tsevelmaa tanggal 3-5 Maret 1997. Kunjungan kenegaraan ini dilakukan untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua Negara.

Sumber : ANTARA (27/02/1997)

_________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 258-259.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.