INDONESIA INGIN TERAPKAN SISTEM IMBAL BELI DENGAN ARGENTINA

INDONESIA INGIN TERAPKAN SISTEM IMBAL BELI DENGAN ARGENTINA[1]

 

Jakarta, Antara

Indonesia ingin menerapkan sistem perdagangan imbal beli dengan Argentina karena antara kedua negara terdapat peluang-peluang untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi.

Masalah perdagangan imbal beli itu dijelaskan Mensesneg Moerdiono kepada pers di Istana Merdeka, Senin, seusai pembicaraan empat mata antara Presiden Soeharto dan Presiden Argentina Carlos Menem.

Menem yang didampingi Menlu Guido Di Tella serta Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Argentina Jenderal Mario Candido Diaz tiba di Jakarta hari Senin dalam rangka kunjungan kenegaraan satu hari.

Kepala Negara dari Amerika Selatan itu di Istana Merdeka disambut Presiden Soeharto, Wakil Presiden Try Sutrisno, Ketua DPA Sudomo serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Hari Senin malam, ia meninggalkan Jakarta untuk kembali ke negaranya setelah menghadiri jamuan kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Soeharto. Sebelum ke Jakarta, Menem mengunjungi Malaysia.

Moerdiono mengatakan Indonesia menjajaki kemungkinan perdagangan imbal beli itu karena ada peluang untuk  membeli gandum, jagung, serta kacang kedelai. Sementara itu, Presiden menawarkan pesawat-pesawat buatan IPTN.

“Presiden memerintahkan Menlu (Ali Alatas, red) dan Menperindag (Tunky Ariwibowo, red) mempelajari kemungkinan membuka hubungan transportasi.” kata Moerdiono yang kemudian membenarkan bahwa  angkutan barang merupakan kendala bagi peningkatan hubungan bilateral itu.

Pembukaan hubungan udara itu juga bisa meningkatkan hubungan pariwisata Indonesia dengan Argentina, kata Mensesneg.

Untuk meningkatkan hubungan ekonomi itu, kedua kepala negara sepakat perlu diperluas nya kontak antara kedua pihak baik pada tingkat pejabat pemerintah maupun dunia usaha swasta.

“Landasan hukum bagi peningkatan hubungan bilateral perlu disepakati misalnya penghindaran pengenaan pajak berganda dan jaminan investasi.” katanya.

Kedua kepala negara juga membahas kerja sama antara ASEAN dengan Organisasi Kerja Sama Amerika Latin.

Dalam pertemuan empat mata itu, Presiden Menem mengundang Presiden Soeharto untuk mengunjungi negaranya.

Undangan itu diterima baik Kepala Negara dan akan dicarikan waktunya yang tepat.

Sumber : ANTARA (26/08/1996)

______________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 397-398.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.