INDONESIA HARUS HADIR DALAM PERTEMUAN APEC DI SEATTLE

INDONESIA HARUS HADIR DALAM PERTEMUAN APEC DI SEATTLE[1]

 

 

Jakarta, Antara

Indonesia harus hadir dalam pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC-Asia Pacifik Economic Cooperation) di Seattle, Amerika Serikat, dan status organisasi tidak perlu dipertentangkan dalam pertemuan para Menlu ASEAN (AMM).

Pengamat Ekonomi Sjahrir seusai berbicara pada seminar “Peta Pertumbuhan lndustri Direct Selling Multi Level Marketing serta Dampaknya Bagi Perekonomian Indonesia”di Jakarta, Sabtu, menegaskan , Indonesia harus ikut dalam pertemuan yang diadakan di Seattle tersebut. Selama status organisasi kerjasama ekonomi tersebut bersifat forum konsultasi, katanya, tidak ada masalah.

Ia mengingatkan, perlu tidaknya negara-negara ASEAN hadir pada pertemuan APEC yang akan membahas peningkatan status organisasi tersebut sebagai blok perdagangan tidak perlu dipertentangkan dalam AMM yang sedang berlangsung di Singapura.

“Negara-negara ASEAN masih dapat mempertahankan konsensus di antara mereka untuk tetap menjadikan organisasi ini sebagai forum konsultasi peningkatan kerjasama ekonomi Asia Pasifik dalam pertemuan di Seattle nanti,” tegasnya.

Ia memperkirakan, Presiden Soeharto akan menghadiri pertemuan tersebut. Menyinggung keinginan Amerika Serikat menjadikan APEC sebagai blok perdagangan, Sjahrir mengatakan, negara tersebut melihat Asia Pasifik sebagai kawasan yang penting untuk digarap mengingat pertumbuhan ekonominya tertinggi dibandingkan belahan dunia lain.

Sementara itu, perpecahan di antara negara-negara ASEAN sudah tampak dalam penentuan hadir tidaknya mereka pada pertemuan APEC yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.

Malaysia menolak memenuhi undangan Presiden AS Bill Clinton jika pertemuan tersebut dimaksudkan untuk merubah status organisasi menjadi blok perdagangan, sementara Singapura dan Pilipina setuju untuk hadir. Indonesia, melalui Menlu Ali Alatas dalam pidatonya Jumat di AMM menyatakan, APEC sebaiknya menjadi forum konsultasi dan kerjasama tentang masalah ekonomi guna memperlancar penyelesaian masalah ekonomi dan perdagangan. (T.PE04/EU07/24/07/93   12:08)

Sumber: ANTARA (24/07/1993)

_____________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 508-509.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.