INDONESIA BELl MESIN PABRIK SEMEN, INDIA BELl PRODUKSI KRAKATAU STEEL

INDONESIA BELl MESIN PABRIK SEMEN, INDIA BELl PRODUKSI KRAKATAU STEEL

Presiden Soeharto dan rombongan, setelah mengakhiri kunjungan di Pakistan dan India, Kamis pagi ini meninggalkan New Delhi kembali ke tanah air dan diharapkan pukul 19 .00 WIB petang ini mendarat di pelabuhan udara Halim Perdanakusuma, Jakarta,

Kemarin siang, Presiden Soeharto danNy. Tien serta rombongan mengunjungi Mausoleum pualam Taj Mahal, satu keajaiban dunia yang dibangun Shah Jehan lebih tiga ratus tahun lalu bagi isterinya Mumtaz Mahal. Tadi malam, Kepala Negara dan rombongan beramah-tamah dengan masyarakat Indonesia di India.

Dalam kunjungan ini Presiden Soeharto telah melakukan pembicaraan dengan PM. Indira Gandhi mengenai berbagai masalah politik antara lain, kemurnian gerakan Non Blok, konflik lrak-Iran, situasi Asia Tenggara, Kawasan Samudera Hindia.

Di bidang ekonomi, telah dilakukan pembicaraan-pembicaraan tingkat Menteri. Dalam bidang ini telah dicapai persetujuan bahwa Indonesia akan membeli mesin-mesin dari India bagi pabrik semen Idaring IIIB di Sumatera Barat sedangkan India akan membeli besi spons produksi pabrik Kratau Steel di Jawa Barat.

Pembicaraan dengan Indira Gandhi

Dalam pembicaraan hari Selasa, Presiden Soeharto dan PM. Indira Ghandi sependapat bahwa negara-negara Non Blok hendaknya memainkan peranan menonjol dalam memecahkan masalah-masalah penting dan mendasar yang menyangkut stabilitas internasional.

Kedua pemirnpin itu, yang pada hari Senin mengadakan pembicaraan empat mata segera setelah kedatangan Presiden Soeharto di New Delhi untuk mengadakan suatu kunjungan kenegaraan empat-hari, mengadakan pertemuan lagi dalam suatu jamuan santap siang yang diselenggarakan oleh Ny. Gandhi, Selasa siang.

Seorang juru bicara resmi mengatakan kepada wartawan di New Delhi terdapat saat konsensus dalam pembicaraan tersebut bahwa negara2 Non Blok dan negara2 berkembang hendaknya saling bekerjasama untuk meredakan situasi yang ditimbulkan oleh hadirnya negara besar, persaingan dan konfrontasi di berbagai bagian dunia, khususnya di kawasan Asia.

Situasi di Asia Barat, termasuk konflik Irak-Iran, dan Asia Tenggara dari kawasan Samudera Hindia merupakan sebagian dari topik2 internasional yang dibahas oleh Presiden Soeharto dan PM Ny. Gandhi. Mereka juga saling bertukar pandangan mengenai masalah2 bilateral.

Ketika menjawab pertanyaan2, juru bicara tadi mengatakan bahwa mengenai Kampuchea, kedua pemimpin sependapat bahwa meskipun situasinya masih simpang­siur, usaha oleh negara2 kawasan itu dan oleh negara2 Non Blok hendaknya diarahkan kepada tercapainya suatu penyelesaian politik yang langgeng.

‘Terdapat suatu konsensus bahwa masalah utama yang dipertimbangkan adalah kesejahteraan rakyat Kampuchea," kata juru bicara tadi.

Ia membantah adanya perbedaan2 pendapat antara kedua pemimpin itu. Keterangan ini untuk menjawab pertanyaan2 yang diajukan oleh para wartawan yang berpendapat bahwa pidato2 pada jamuan santap malam kenegaraan yang diucapkan oleh kedua Presiden kedua negara pada Senin malam mengisyaratkan hal itu.

Kedua pemimpin, kata juru bicara itu, sependapat agar Gerakan Non Blok hendaknya diperkokoh dan agar negara2 Non Blok hendaknya memainkan peranan yang menonjol secara kolektif dalam memecahkan masalah2 penting dan mendasar yang menyangkut stabilitas internasional. Masalah2 ini meliputi masalah perdamaian, pembangunan dan perlucutan senjata.

Ny. Gandhi sependapat dengan saran Presiden Soeharto agar para pendiri bersama Gerakan Non Blok hendaknya bekerja bersama untuk memperkokoh gerakan tersebut.

Ketika ditanya apakah masalah suplai minyak mentah lndonesia kepada India juga dibahas dalam pembicaraan itu, juru bicara tadi hanya bahwa mengatakan prospek2 kerjasama ekonomi dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Mengenai masalah bilateral, kedua pemimpin mengadakan suatu pertukaran pendapat secara terperinci mengenai hubungan2 antara kedua negara, mencatat dengan rasa puas akan meningkatnya ruang lingkup hubungan mereka.

Presiden Soeharto dan PM Ny. Gandhi sependapat bahwa selama pembicaraan itu, kemungkinan2 hendaknya di jajagi untuk lebih memperluas dan menganekaragarnkan hubungan bilateral guna memperkuat hubungan persahabatan kedua negara.

Suatu pernyataan bersama akan dikeluarkan pada tanggal 4 Desember pada saat Presiden Soeharto bertolak kembali ke Jakarta.

Menlu India P.V. Narashima Rap juga mengadakan suatu pembicaraan terperinci dengan rekannya dari Indonesia, Dr. Mochtar Kusumaatmadja, yang pada dasarnya mencakup masalah2 yang dibahas oleh kedua pemimpin mereka.

Menlu Indonesia memberikan jaminan kepada Menlu Narashima Rao bahwa negerinya akan bekerjasama secara erat dengan India untuk mensukseskan pertemuan para menlu Non-Blok di New Delhi, bulan Pebruari mendatang.

Menko Ekuin Prof. Dr. Widjojo Nitisastro dalam pada itu mengadakan pembicaraan dengan Menteri Perdagangan India Pranab Mukherjee. Kedua negara sangat berkeinginan untuk memperbaiki kerjasama ekonomi, perdagangan dan teknik, termasuk usaha2 patungan.

Kedua menteri menyetujui bagi ditingkatkannya pertukaran kunjungan para pejabat dan utusan2 teknik jika dipandang perlu.

Pada waktu ini, India turut mengambil bagian dalam usaha2 patungan di Indonesia dengan penanaman modal yang bemilai sekitar 200 juta dolar. Sebelas buah lagi usaha patungan semacam itu kini tengah dipertimbangkan.

Bidang2 kerjasama baru dalam usaha patungan ini adalah dalam industri besi dan baja, khususnya baja pellet dan besi spons, generator listrik dan alat2 mesin.

Museum Nehru

Presiden bersama Ny. Tien Soeharto dan rombongan, Selasa pagi, meninjau Museum Nehru Memorial, sebuah gedung bekas tempat tinggal almarhum PM Jawaharlal Nehru.

Kini gedung tersebut dijadikan museum milik pemerintah India. Di dalamnya terdapat berbagai potret para pahlawan India di antaranya Mahatma Gandhi dan Nehru mulai sejak kecil hingga saat2 terakhirnya. Juga di situ terdapat foto2 perjuangan yang masih baik keadaannya, surat2 Gandhi kepada Nehru atau kawan2 seperjuangannya. Sebuah ruang besar tempat Nehru bekerja lengkap dengan meja dan kursinya, tetap seperti keadaan semula.

Di dalam museum tersebut juga terpancang gambar2 kepala negara yang pernah dikunjunginya selama ia menjabat selaku Perdana Menteri India, di antaranya potret bekas Kepala Negara RI pertama Ir. Soekarno berserta keluarga. Ajaran2 Mahatma Gandhi terdapat di tembok2/dinding museum dengan diberi bingkai dan ditutup kaca.

Presiden Soeharto didampingi Deputy Menteri Penerangan dan Penyiaran India Kumud Benjoshi, Mensesneg Soedharmono bersama nyonya, Menlu Mochtar Kusumaatmadja, Menko Widjojo Nitisastro masing2 bersama nyonya serta Atmil Presiden Kardono.

Di sebuah ruangan bagian atas museum tersebut, Presiden Soeharto termenung sejenak mendengarkan pidato PM Jawaharlal Nehru pada saat terbunuhnya Mahatma Gandhi akibat tembakan seseorang, tahun 1948 dari sebuah rekaman pita kaset.

Museum Nehru Memorial tersebut merupakan sebuah bangunan besar yang amat kokoh dan banyak tangga2 serta ruang2nya. Selesai meninjau museum, Presiden kembali ke istana untuk kemudian mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri India.

Makam Mahatma Gandhi

Pagi hari sebelum ke Museum Nehru Memorial, Presiden Soeharto dan rombongan ziarah ke makam Mahatma Gandhi, pahlawan nasional negara tersebut yang terkenal dengan rasa nasionalisme serta kemanusiaannya.

Di atas pusara tempat abu jenazah Mahatma disimpan, Presiden Soeharto meletakkan sebuah karangan bunga Chrysant putih dan bunga mawar merah yang besar.

Kepala Negara RI bersama Ibu Tien Soeharto membacakan doa sambil menundukkan kepala. Di sekeliling tembok makam itu berisi tulisan2 ajaran Mahatma.

Makam tersebut terletak di tengah2 sebuah lapangan rumput yang luas, bentuknya bujur sangkar terbuat dari batu marmer dengan diberi tembok rendah sekelilingnya. Di belakang tembok rendah itu terbentang lapangan rumput yang dikelilingi tembok seperti benteng bentuknya. Di dekat pusara terdapat sebuah tiang terbuat dari besi yang mengeluarkan api dari gas. Orang2 yang akan berziarah ke makam tersebut dari pintu gerbang harus melepas sepatu atau sandalnya, baru diizinkan masuk.

Selesai ziarah, Presiden Soeharto dalam suatu upacara menerima penyerahan satu set buku-buku yang berisikan ajaran2 serta karangan2 Mahatma Gandhi, semuanya terdiri dari 79 buah buku.

Di halaman luar makam Presiden Soeharto menanamkan pohon peltophorum pterocarpum, sebuah pohon yang dapat tumbuh tinggi dan banyak cabang2nya, berdaun kecil2 lembut bentuknya panjang. Bunga pohon tersebut wamanya kuning, kecil2 dan banyak jumlahnya. Presiden kemudian menyiram pohon yang baru ditanamnya itu, diikuti oleh Ibu Tien Soeharto. (DTS).

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (03/12/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 831-834.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.