INDIA TETAP HARAPKAN KEHADIRAN PRESIDEN SOEHARTO

INDIA TETAP HARAPKAN KEHADIRAN PRESIDEN SOEHARTO

 

 

Jakarta, Antara

Pemerintah India masih tetap mengharapkan Presiden Soeharto melakukan kunjungan kenegaraan kesana, karena lawatan yang seharusnya berlangsung Januari 1991 terpaksa ditunda akibat pecahnya perang Teluk.

Harapan pemerintah India itu dijelaskan Menko Polkam Sudomo kepada wartawan setelah melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Kamis, tentang tugasnya mewakili Indonesia pada upacara kremasi mantan PM India Rajiv Gandhi, baru-baru ini.

Sudomo mengatakan  harapan pemerintah India itu disampaikan ketika ia mengadakan kunjungan kehormatan kepada PM Chandra Shekhar. Sudomo juga menemui Ny. Sonia, istri almarhum Rajiv Gandhi.

Ketika mengomentari peristiwa terbunuhnya tokoh muda India itu, Sudomo mengatakan, Indonesia pernah mengalami situasi serupa, misalnya pada saat pemberontakan DI/TII. Ia mengatakan India masih menghadapi masalah suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Sudomo mengatakan hikmah yang bisa diperoleh dari musibah itu adalah perlu ditingkatkannya pengamanan terhadap para pejabat dan tokoh masyarakat di tanah air.

”Namun, peningkatan pengamanan itu jangan menumbuhkan pendapat bahwa pemerintah sangat mengutamakan security approach,” kata Laksamana TNI Purnawirawan itu.

Ketika berbicara tentang pertemuannya dengan beberapa tokoh masyarakat yang lebih dikenal sebagai anggota Petisi 50 baru-baru ini, seperti Ali Sadikin, Sudomo mengatakan, ketidaksetujuan seseorang terhadap pemerintah atau pejabat, bukanlah merupakan hal aneh.

Ia mengatakan, jika ada orang yang tidak puas, misalnya, terhadap Presiden, maka yang bersangkutan bisa meminta MPR mengadakan sidang istimewa. Sudomo mengatakan pertemuannya dengan anggota Petisi 50 dilakukan justru untuk membuktikan adanya keterbukaan di kalangan para pejabat. (SA)

 

 

Sumber : ANTARA (30/05/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 47.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.