INA-PERTAMINA JALIN KERJASAMA: HASHIM JOJOHADIKUSUMO AKAN BELl SEMEN KROASIA

INA-PERTAMINA JALIN KERJASAMA:

HASHIM JOJOHADIKUSUMO AKAN BELl SEMEN KROASIA

[1]

 

Zagreb, Republika

Presiden Soeharto dan rombongan tiba di Ibukota Kroasia, Zagreb, pukul ll.50 waktu setempat untuk memulai kunjungan resmi selama dua hari. Di bawah tangga pesawat Garuda DC-10 yang membawa rombongan dari Kopenhagen Denmark, Perdana Menteri Kroasia dan Nyonya Nikica VaJentic menyambut mereka. Setelah menerima karangan bunga dari bocah Kroasia, Kepala Negara memeriksa barisan kehormatan atau dalam bahasa setempat disebut Gordon. Sementara Ibu Tien langsung berkendaraan ke Hotel Intercontinental, Zagreb. Rombongan Kepala Negara antara lain terdiri dari Mensesneg Moerdiono, Menlu Ali Alatas, Watapri RIdi New York Nugroho Wisnumurti dan Dubes/Kepala Badan Pelaksana Ketua GNB Nana Sutesna. Pangab Jenderal Feisal Tanjung yang lebih dulu tiba di Zagreb, juga tampak menyambut kedatangan Kepala Negara. Dari Bandara Zagreb, Presiden diantar Menlu Kroasia Male Granic.

Wartawan Republika Hersubeno Arif melaporkan, meskipun tak langsung mengalami pertempuran seperti tetangganya Bosnia, namun suasana perang agak terasa. Di bandara komersial Zagreb yang tampak hanya pesawat milik PBB dan pesawat tempur. Sejak perang, hanya Lufthansa dan Air Kroatian yang memiliki rute penerbangan ke sana. Pada sore hari kemarin, Kepala Negara menyaksikan film dokumentasi kegiatan perusahaan minyak setempat (INA).Perusahaan inisedang menjajagi kemungkinan kerjasama dengan Pertamina, untuk kegiatan eksplorasi pemasokan servicing material dan pasokan LNG dari Indonesia. Pembicaraan sudah dilakukan antara Dirut Pertamina Feisal Abdaoe yang saat ini juga berada di Zagreb. Ia membahas kemungkinan RI memanfaatkan fasilitas terminal Kroasia di P. Krk yang pada 1997 memerlukan 5,5 milyar M3 LNG dan pada tahun 2.000 sekitar 10 milyar M3 untuk memenuhi Eropa. Feisal Abdaoe mengungkapkan, Letter a/Understanding mengenai kerjasama antara INA dan Pertamina dapat ditandatangani dalam waktu dekat. Masalah ekonomi akan menjadi topik pembahasan utama selama kunjungan Kepala Negara ke Kroasia di samping permintaan pemerintah Kroasia akan peranan RI sebagai Ketua GNB bagi penyelesaian konflik Bosnia. Pengusaha swasta Hashim Djojohadikusumo yang saat ini berada di Zagreb juga melakukan kontak-kontak bisnis. Menurut dia, jika harganya cocok kemungkinan perusahaan yang dipimpinnya dapat segera merealisasikan impor semen dari Kroasia. Sedangkan Indonesia mungkin dapat mengekspor batubara dari Kalimantan Selatan yang rendah kadar sulfatnya (penyebab polusi).

Di bidang perkapalan, sebelum tetpecah-pecah akibat konflik antar etnik, Kroasia pemah memiliki industri terbesar di dunia setelah Jepang dan Korea Selatan. “Tentu kita dapat bekerjasama di bidang perkapalan, walaupun ada kendala yakni siapa yang akan menyediakan dana kredit untuk membiayainya,”tutur Hashim. Sementara itu Pangab Jenderal Feisal Tanjung seusai bertemu Pangab Kroasia Kolonel Jenderal Janko Bobetko menyinggung kemungkinan kerjasama angkatan bersenjata kedua negara. Antara lain di bidang industri militer, pendidikan dan pelatihan. Tadi malam, Presiden Soeharto didampingi Menlu Kroasia Mate Granic, dan Ibu Tien Soeharto didampingi Ibu Granic meninjau Museum Gallery. Di museum ini sejak Sabtu diadakan pameran persenjataan kuno (keris), tenun, batik, dan topeng serta wayang, koleksi milik Dubes RI untuk Hongaria, Bosnia-Herzegovina dan Kroasia Soelaeman Pringgodigdo. Acara terakhir Presiden pada hari pertama kunjungannya ke Kroasia adalah menghadiri jamuan makan malam yang diadakan PM Kroasia. Senin pagi, Presiden Soeharto bertemu dengan Presiden Kroasia Franjo Tudjman yang baru pulang dari KTT Pembangunan Sosial di Kopenhagen. Setelah pembicaraan dengan Franjo Tudjinan. Presiden Iangsung ke bandara Zagreb lalu dengan Pesawat Yak-36 milik PBB menuju Sarajevo, kemudian bermalam lagi di Zagreb. ha

Sumber: REPUBLIKA (13/03/1995)

__________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 107-109.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.