IBU TIEN TINJAU PERPUSTAKAAN NASIONAL

IBU TIEN TINJAU PERPUSTAKAAN NASIONAL

 

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

IBU TIEN SOEHARTO, Selasa, meninjau gedung Perpustakaan Nasional Jl Salemba Raya, Jakpus yang peresmiannya akan dilakukan Presiden Soeharto tanggal 11 Maret 1989. Pembangunan gedung itu dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita yang diketuai oleh lbu Tien Soeharto. Yayasan Harapan Kita akan menyerahkan gedung itu kepada Presiden Soeharto atas nama pemerintah RI tanggal 11 Maret.

Pada tanggal 11 Maret itu pula terjadi peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu Supersemar 1966.

Mastini Hardjoprakoso MLS kepada Antara, seusai peninjauan lbu Tien, di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Menteri/Sekretaris Negara Drs. Moerdiono serta Mensas Prof. DR. Haryati Subadio.

Mastini mengutip kata-kata Ibu Tien mengatakan, bahwa lbu Tien merasa tergugah untuk membantu pembangunan gedung Perpustakaan Nasional itu setelah melihat buku-buku yang menumpuk tidak terawat di Perpustakaan Museum Nasional Jakpus.

Akhirnya lbu Tien dengan Yayasan Harapan Kita yang diketuainya membangun gedung di atas tanah seluas sekitar tiga hektar din Salemba 28A, kata Mastini.

Menurut Mastini, gedung tersebut merupakan gedung perpustakaan nasional termegah serta memiliki jumlah koleksi yang terbanyak di Asia Tenggara.

Koleksi Perpustakaan Nasional berjumlah sekitar 750.000 yang terdiri dari buku (monogtaf), majalah, surat kabar, peta, sketsa, lukisan, mikrofilm, mikrofis dan lain sebagainya.

Mastini juga mengungkapkan bahwa koleksi tertua Perpustakaan N asional adalah sebuah buku yang diterbitkan di Roma, Italia yang berisikan laporan para kapten kapal tentang kunjungannya ke Timur Jauh. Buku berbahasa ltalia itu antara lain berisikan peta P Sumatera dan dicetak tahun 1556.

Perpustakaan itu memiliki pula buku cetakan pertama di Batavia (kini Jakarta, red) yang bertahun 1675. Sedangkan koleksi peta tertua dicetak pada abad ke-12.

Mastini juga menyatakan kelegaan dan kebanggaannya bahwa Indonesia pada akhirnya memiliki perpustakaan nasional. “Setelah 36 tahun saya berkecimpung di bidang perpustakaan, akhirnya Perpustakaan Nasional akan terwujud mulai tanggal 11 Maret tahun ini,” demikian kata Mastini.

 

 

Sumber : ANGKATAN BERSENJATA (15/02/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 593-594.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.