IBU TIEN SOEHARTO IMBAU SISIHKAN KEUNTUNGAN

IBU TIEN SOEHARTO IMBAU SISIHKAN KEUNTUNGAN [1]

Jakarta, Suara Pembaruan

Ibu Tien Soeharto menghimbau para pengusaha yang memperoleh keuntungan agar tak lupa menyisihkan sebagian kecil keuntungan untuk membantu meringankan beban anggota masyarakat yang terkena musibah bencana alam.

Hal itu dikemukakan Ibu Tien selaku Ketua Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan di Jalan Cendana Jakarta, hari Kamis, ketika menerima sumbangan Rp 150 juta dari 275 pengusaha yang pabriknya diresmikan Presiden Soeharto di Sukoharjo, Jateng baru-baru ini.

Penyerahan sumbangan tersebut dilakukan Dirut PT. Sri Rejeki Isman (PT. Sritex), perusahaan yang menjadi tempat peresmian tanggal 12 Maret 1992 tersebut. Turut hadir dalam acara tersebut, Dirjen Aneka Industri, Ir. Susanto Sahardjo.

Menurut Dirjen, dalam setiap peresmian pihaknya selain menghimbau agar para pengusaha menyisihkan sebagian dari keuntungan untuk disumbangkan kepada Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan. Pada waktu peresmian di Sukoharjo tanggal 2 Maret itu berhasil dikumpulkan Rp 150 juta.

“Yang kecil nyumbangnya kecil, yang besar juga besar. Yang penting tidak ada paksaan, tapi diserahkan secara sukarela, “kata Susanto Sahardjo. Sumbangan dari kelompok aneka industri ini sudah dilakukan empat kali dan dengan yang diserahkan Dirut PT. Sritex tersebut hari ini jumlahnya telah mencapai Rp 650 juta.

Sejak Mei 1986 sampai dengan pertengahan Maret 1992, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan telah menyalurkan sumbangan Rp 11,369 miliar untuk 208 kali musibah bencana alam di 24 propinsi. Termasuk di dalamnya bantuan kemanusiaan untuk ahli waris korban musibah Mina, musibah pesawat Hercules TNI-AU serta untuk korban perang teluk melalui Palang Merah Indonesia (PMI). (M-5)

Sumber: SUARA PEMBARUAN (20/03/1992)

__________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 791-792.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.