IBU TIEN SOEHARTO: BEKALI ANAK AGAR TAK JADI KORBAN PERUBAHAN

IBU TIEN SOEHARTO: BEKALI ANAK AGAR TAK JADI KORBAN PERUBAHAN

 

 

Jakarta, Pelita

lbu Tien Soeharto meminta, agar kaum ibu dapat membekali pendidikan bagi anak anak mereka sehingga tidak menjadi kurban perubahan yang ditimbulkan pembangunan.

Hal ini dikemukakan lbu Tien Soeharto, ketika mengadakan tatap muka dengan para tokoh wanita Indonesia dalam rangka memperingati Hari lbu 22 Desember 1989 di Istana Negara, Selasa.

Dikatakannya, pembangunan membawa perubahan prilaku dan nilai-nilai kehidupan yang menimbulkan berbagai pengaruh positif maupun negatif.

Pembangunan itu sendiri berarti pengembangan kemampuan manusia. Artinya, kita harus memberikan perhatian yang besar pada kegiatan pendidikan. Sementara rumah tangga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak-anak sebelum memasuki pendidikan yang lain, di sekolah dan di tengah-tengah masyarakat.

“Kalau kita gagal membangun rumah tangga kita sebagai tempat pendidikan pertama, maka kita telah memulai perkembangan yang kurang baik pada anak-anak kita,” lanjut lbu Tien yang didampingi lbu E.N Sudharmono.

Ditegaskan lagi, masa depan bangsa terletak di tangan kaum muda dan remaja kita saat ini. Kaum wanitalah yang akan memberikan sumbangan besar kalau berhasil mendidik kaum muda dan remaja yang akan menggantikan generasi sekarang.

Sebelumnya Meneg UPW Ny. A.S. Murpratomo melaporkan yang hadir saat itu adalah tokoh-tokoh wanita pergerakan kebangsaan, tokoh yang sedang atau pernah menjadi pejabat-pejabat negara di bidang eksekutif, legislatif, dan yudikatif, tokoh organisasi wanita, gerakan PKK, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan serta tokoh pemuda berprestasi.

Direncanakan 21 Desember 1989 akan dilakukan tatap muka antara para tokoh wanita dengan para generasi muda.

 

 

Sumber : PELITA (20/12/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 634-635.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.