HUTOMO HERAN TENTANG BERITA PENGGANTIAN TINTON

HUTOMO HERAN TENTANG BERITA PENGGANTIAN TINTON[1]

 

Jakarta, Antara

Hutomo Mandala Putra, tokoh penting dalam pembangunan Sirkuit Sentul di Bogor,menyatakan heran dan tidak mengetahui isu yang beredar seolah-olah Direktur Utama PT. Sarana Sirkuitindo Utama, Tinton Soeprapto, akan diganti.

“Siapa yang bilang, tidak benar itu,” kata Hutomo, yang akrab dipanggil Tommy, ketika ditanya wartawan seusai balap di sirkuit Sentul, Minggu.

Ketika sejumlah wartawan mengatakan berita itu termuat di salah satu harian lbu kota baru-baru ini, Tommy menanggapi sambil senyum:

“Koran dipercaya,” kata Tommy, putra Presiden Soeharto yang juga ketua kehormatan PP IMI itu.

“Memang ada rencana untuk membentuk semacam badan pengawas,” ujar Tommy sambil bergegas menuju mobilnya.

Sementara itu pada kesempatan terpisah, Ketua Umum PP IMI Bob RE Nasution menyatakan keberatan jika berita itu benar.

“Saya sudah lama mengenal Tinton, tahu perjuangannya mewujudkan sirkuit kebanggaan kita ini sejak Sentul masih hutan belantara. Lagi pula apakah ada orang yang lebih tinggi pengabdiannya terhadap olahraga otomotif ini?” tanyanya.

“Apakah ada yang bersedia bekerja siang malam di Sentul ini, sampai-sampai tidak pulang ke rumah dan keluarganya harus menginap di sini, seperti yang telah diperlihatkan Tinton,” ujar Bob pula.

Ditambahkan, dia sendiri beberapa waktu lalu memang pernah ditawari jabatan sebagai komisaris sirkuit Sentul.

‘‘Tapi sampai sekarang belum ada kabar-berita mengenai tindak lanjutnya,” kata Bob.

 

Pujian dan Kritik

Tentang keberadaan Tinton sendiri, beberapa tokoh otomotif nasional menyatakan pujian dan salutnya, meskipun ada juga yang melemparkan kritik atas manajemen yang dijalankannya.

“Saya kira sampai saat ini Tinton Suprapto telah berhasil membangun citra Sirkuit Sentul, saya mendukungnya. Kita merasakan semua hasil kerja kerasnya. Barangkali manajemen Sentul saja yang harus lebih diperhatikan,” kata Menpora Hayono Isman tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Mantan pembalap Aswin Bahar, yang kini sudah pensiun dan membentuk Aswin Safety Driver Club (ASDC), mengatakan bahwa Tinton adalah organisator yang hebat, hanya saja dibutuhkan para pelaksana yang mampu mendukungnya.

‘‘Tanpa pelaksana yang mampu, akan percuma kerja keras yang telah dibangun oleh Tinton,” kata Aswin. Hal sama dikemukakan oleh Richard Hendarmo, direktur Timor Distributor Nasional.

“Saya mendukung sepenuhnya Tinton untuk meneruskan pengelolaan Sirkuit Sentul. Siapa yang mampu menggantinya? Dia telah berkorban sangat banyak, berikan kesempatan kepada dia untuk menyelesaikan tugasnya. Hanya saja saya khawatir tentang kemampuan para pelaksana di bawahnya,” tambahnya.

Menurut Richard-yang pernah dibiayai sepenuhnya untuk menjadi pembalap internasional oleh Tinton-posisi Tinton sangat sentral di Sirkuit Sentul.

 “Saya kira dunia otomotif nasional tidak akan semeriah sekarang tanpa Tinton dan saya mengusulkan agar wajah dia dimonumenkan di area sirkuit,” katanya.

Pembalap senior Art Sasabone juga mengemukakan hal sama.

“Saya kira posisi Tinton sangat tepat di Sirkuit Sentul karena sampai saat ini dia lah satu-satunya figur yang mampu mengelola sirkuit bertaraf internasional itu. Tinggal sekarang bagaimana Tinton membentuk tim kuat sebagai pelaksana kebijakan dan program-programnya,” tambahnya.

(T.OKZS/OK08/7/12/97  22:08/LN02)

Sumber: ANTARA (11/12/1997)

_________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 641-643.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.