HUTAN SAGU DAN KAYU PUTIH DI PULAU BURU JANGAN SAMPAI PUNAH

HUTAN SAGU DAN KAYU PUTIH DI PULAU BURU JANGAN SAMPAI PUNAH

Presiden Soeharto minta agar hutan sagu dan hutan kayu putih yang ada di Pulau Buru jangan sampai dipunahkan, melainkan hendaknya supaya dibina dan dimanfaatkan hasil2nya. Hal itu Sabtu siang lalu diterangkan oleh Menteri Muda Transmigrasi Martono kepada pers di Bina Graha.

Dalam hubungan ini, Pemerintah Daerah Tk. I Maluku dan Menteri Riset dan Teknologi akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk dapat membina dan memanfaatkan sumber2 alam yang ada di Pulau Buru tersebut.

Martono Sabtu siang yang lalu lapor Presiden sekitar hasil kunjungannya ke daerah transmigrasi di Pulau Buru. Martono meninjau Pulau Buru mendampingi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Harun Zain.

4000 KK Transmigrasi

Pulau Buru yang kini telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai daerah transmigrasi 1 rencananya akan diisi beberapa tahap. Tahap pertama 2000 KK untuk tahun anggaran 19791/1980, dan 299 KK telah dikirim dari Jawa Barat dan Jawa tengah.

Tahap kedua tahun 1980/1981 sebanyak 2000 KK. Daerah transmigrasi di Pulau Buru tersebut, dahulu merupakan daerah instalasi Rehabilhasi (In rehab) tahanan G-30-S/PKI. Kini para tahanan tersebut telah kembali ke masyarakat dan sebagian besar tidak mau kembali ke daerah itu. (DTS)

Jakarta, Berita Buana

Sumber: BERITA BUANA (17/12/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 470-471.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.