HUBUNGAN SWASTA INDONESIA-KANADA SEMAKIN PENTING

HUBUNGAN SWASTA INDONESIA-KANADA SEMAKIN PENTING[1]

 

Jakarta, Antara

Kedutaan Besar Kanada di Jakarta menyatakan, pengembangan hubungan swasta antara Kanada dan Indonesia di masa mendatang semakin penting karena keduanya memiliki kesamaan, baik menyangkut liberalisasi perdagangan, investasi maupun keamanan regional.

Kedubes Kanada untuk Indonesia dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis, yang disiarkan sehubungan penyerahan surat kepercayaan Dubes Gary J.Smith kepada Presiden Soeharto di Istana Negara, menyebutkan pentingnya menjalin hubungan swasta tersebut.

Siaran pers itu menyebutkan, hubungan dagang kedua negara telah meningkat lebih dua kali lipat selama empat tahun terakhir dan mencapai titik tertinggi pada 1995 senilai 1,2 miliar dolar Kanada.

“Indonesia merupakan pasar ekspor terbesar Kanada di kawasan ASEAN. Jumlah investasi di Indonesia terus meningkat dan mencapai lebih enam miliar dolar Kanada.” kata Gary J. Smith, yang menggantikan Louren Dickenzon yang telah habis masa tugasnya di Indonesia.

Kedua negara tercatat tidak hanya menjadi anggota organisasi seperti APEC dan ASEAN Regional Forum (ARF), tetapi juga mempunyai berbagai kesamaan tujuan baik investasi maupun keamanan regional.

Program Kerjasama Pembangunan di Indonesia merupakan salah satu program pemerintah Kanada terbesar di dunia. Program itu untuk membantu proyek-proyek lingkungan hidup, persamaan pria dan wanita, pembangunan  yang melibatkan masyarakat serta peningkatan SDM.

“Pusat Pendidikan Kanada yang dibuka baru-baru ini, juga memberi informasi sistem pendidikan Kanada dan membantu warga Indonesia yang berminat melanjutkan studi di Kanada.” katanya.

Sehubungan dengan tugasnya sebagai Dubes Kanada di Indonesia yang baru, Gary J.Smith menilai, sebagai negara menengah dan mitra di kawasan Asia Pasifik, kedua negara selama lebih empat dasawarsa telah mengembangkan hubungan saling menguntungkan dalam berbagai bidang.

“Tugas saya ialah terus mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan itu dan mencari berbagai cara kerjasama.” katanya.

Gary mulai bekerja di Deplu Kanada tahun 1968 dan telah bertugas di beberapa negara, termasuk di bekas Uni Soviet dan Israel. Karier diplomatiknya berlanjut hingga pernah menjadi Wakil Duta Besar di India dan Jerman.

Ia telah banyak menulis tentang keamanan regional dan tahun lalu bekerja di Centre of International Affair (Pusat Masalah Internasional) di Universitas Harvard.

Ia menjadi Direktur Jenderal Kantor Asia-Pasifik di Ottawa tahun 1993-94, dan telah banyak melakukan perjalanan ke kawasan Asia.

Gary J.Smith menikah dengan Mrs. Laurielle Chabeaux dan dikaruniai dua anak menyatakan, sangat senang bertugas di Indonesia.

Sumber : ANTARA (31/10/1996)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 479-480.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.