HUBUNGAN PERDAGANGAN SWISS-RI MASIH DAPAT DITINGKATKAN

HUBUNGAN PERDAGANGAN SWISS-RI MASIH DAPAT DITINGKATKAN

Hubungan perdagangan antara Swiss dengan Indone ia selama ini menunjukkan hasil yang baik, tetapi masih dapat ditingkatkan di masa2 datang.

Hal itu dikemukakan Wakil Presiden Swiss, Dr. Kurt Furgler kepada pers hari Rabu, setelah ia bersama enam pejabat tinggi Swiss lainnya melakukan kunjungan Kehormatan kepada Presiden Soeharto di Istana Merdeka, Jakarta.

Ia menunjuk banyaknya perusahaan2 Swiss menjalankan kegiatannya di Indonesia bekerjasama dengan pengusaha2 Indonesia.

Salah satu bentuk usaha yang dianggap mempunyai prospek baik untuk dikembangkan pengusaha2 Swiss di Indonesia, Wakil Presiden Swiss itu menunjuk industri ”manufacturing”.

Bidang ini sangat menarik minat pengusaha2 swasta Swiss yang dianggap merupakan suatu bagi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi.

“Kami mungkin dapat berpartisipasi untuk menanam modal di sektor ini dan kemungkinan hal ini dapat dibicarakan dengan pejabat2 Indonesia,” katanya.

Wakil Presiden Swiss itu juga menyatakan negaranya berhasrat untuk meningkatkan penanaman modal di Indonesia sebagai suatu jalan memberikan bantuan kepada Indonesia yang sedang giat membangun.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa Repelita yang sedang dijalankan pemerintah Indonesia memberikan peluang bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Bantuan

Menjawab pertanyaan pers, Kurt Furgler menyatakan, sampai saat ini negaranya telah memberikan 60 juta Swiss frank bagi pembangunan di Indonesia.

Ia mengatakan tidak dapat menyebut jumlah pasti dari tahun ke tahun. “Hal itu selalu dibahas setiap tahun oleh pemerintah dan parlemen Swiss,” katanya.

Kurt Furgler juga mengakui bahwa penanaman modal lebih banyak dilakukan pihak swasta ketimbang pihak pemerintah, mengingat Swiss menganut sistem perdagangan bebas.

Bila informasi2 tentang segala sesuatu yang menyangkut penanaman modal giat dilakukan, ia yakin banyak pengusaha2 swasta Swiss yang bersedia menanam modal di Indonesia.

Wakil Presiden Swiss itu menyatakan falsafah yang dianut Indonesia mempunyai banyak persamaan dengan negara2 di Eropa, yaitu untuk meningkatkan kemakmuran dan menciptakan perdamaian.

Kunjungan Wakil Presiden Swiss ke Indonesia ini adalah dalam rangka penerbangan perdana perusahaan penerbangan Swiss, “Swissair” ke Jakarta.

Selain itu, mereka juga akan mengunjungi dua proyek kerja sama Swiss Indonesia di Bandung yaitu proyek politeknik mekanik ITB dan proyek pendidikan ahli perhotelan.

Dari Bandung para pejabat tinggi Swiss itu akan meneruskan perjalanan ke Yogyakarta melihat candi Prambanan dan Borobudur, kemudian mereka akan mengunjungi Pulau Bali. (DTS)

Jakarta, Pelita

Sumber: PELITA (10/04/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 560-561.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.