HAYONO KHAWATIR TAK ADA LAGI PENGUSAHA BANTU OLAHRAGA

HAYONO KHAWATIR TAK ADA LAGI PENGUSAHA BANTU OLAHRAGA[1]

 

Jakarta, Antara

Menpora Hayono Isman menyatakan rasa kekhawatirannya kalau tidak ada lagi pengusaha yang mau membantu pemerintah menyelenggarakan pesta olahraga seperti SEA Games ataupun PON jika mereka melihat konsorsium SEA Games rugi.

“Saya khawatir kalau konsorsium rugi maka tidak ada lagi yang mau membantu pemerintah,” kata Hayono Isman kepada pers setelah melapor kepada Presiden Soeharto di Istana Merdeka, Kamis, tentang penyelenggaraan SEA Games XIX di Jakarta baru-baru ini.

Sebelumnya Ketua Umum KONI Pu sat Wismoyo Arismunandar dalam kesempatan lain pernah mengatakan pesta olahraga itu menelan biaya Rp105 miliar.

Indonesia mengambil alih tugas penyelenggaraan SEA Games XIX setelah Brunei menyatakan tidak siap menjadi tua tuan rumah SEA Games XIX dengan persiapan waktu hanya satu tahun tiga bulan.

Menurut Wismoyo, untuk memenuhi anggaran penyelenggaraan SEA Games XIX itu telah melibatkan pihak swasta karena anggaran penyelenggaraan tersebut tidak tercantum dalam APBN.

“Pada waktu itu, tidak ada satupun pengusaha yang datang ke Kantor Menpora,” kata Hayono yang kemudian menyebutkan akhirnya putra Presiden Soeharto, yaitu Bambang Trihatmodjo yang menyatakan kesediaannya.

Untuk mengatasi kesulitan dana, maka Bambang dan konsorsiunmya meminjam uang dari bank sebesar Rp40 miliar, sedangkan sumber dan a lainnya berasal dari penjualan stiker kepada pelanggan listrik, telepon, calon penumpang pesawat udara, dan pemilik kendaraan yang akan memperpanjang STNK.

Karena pemasukan dari sumber-sumber itu masih kurang, maka Mensos Inten Soeweno memperpanjang masa peredaran stiker hingga 31 Desember 1997.

Hayono juga mengatakan, konsorsium dalam waktu 30 hari mendatang akan mengumumkan pendapatan mereka secara lengkap beserta pengeluarannya setelah diaudit akuntan publik.

(T/EU0 1/0K06/23110/97 14:59/pkh01)

Sumber: ANTARA (04/11/1997)

__________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 640-641.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.