HASIL PEMBICARAAN ANTARA SOEHARTO-DATUK HUSSEIN ONN

HASIL PEMBICARAAN ANTARA SOEHARTO – DATUK HUSSEIN ONN [1]

 

Jakarta, Pelita

Setelah PM Malaysia Datuk Hussein Onn mengadakan pertemuan empat mata dengan Presiden Soeharto di Istana Merdeka Rabu malam dan Kamis pagi, kalangan masyarakat tentunya bertanya apa hasil pembicaraan dari kedua pimpinan pemerintahan itu.

Sukar untuk mengetahui hasil pembicaraan yang pasti, karena apa yang diungkapkan Datuk Hussein Onn setelah selesainya pertemuan itu belum sepenuhnya mencerminkan hasil pembicaraannya dengan Presiden Soeharto.

Namun demikian, dari konperensi persnya selama setengah jam di Wisma Negara Kamis siang, sedikit banyak kita bisa mengetahuinya. Hubungan bilateral dan kerjasama regional rupanya menjadi pusat perhatian mereka.

Pembicaraan Rabu malam dan Kamis siang itu tidak bisa dipisahkan malah merupakan kelanjutan dari pada pembicaraan di Prapat tanggal 15 dan 16 Nopember antara Soeharto dengan PM Malaysia waktu itu Tun Abdul Razak.

Dalam pertemuan Prapat telah dicapai persepakatan mengenai perapatan pandangan terhadap pentingnya meningkatkan ketahanan nasional masing2 negara dan ketahanan regional di kawasan ini khususnya di lingkungan ASEAN.

Berbicara mengenai ketahanan nasional dan ketahanan regional, tentunya tidak bisa dipisahkan dari aspek politik sosial, ekonomi dan hankam yang mendukungnya. Baik secara nasional, bilateral maupun regional, aspek2 itu sebaiknya perlu ditingkatkan.

Pembicaraan Soeharto – Datuk Hussein Onn ke arah peningkatan dan mengharmoniskan kerjasama dari pelbagai aspek yang menyangkut ketahanan nasional dan ketahanan regional.

Walaupun hasil pembicaraan itu belum mengkongkritkan kebijaksanaan dan tata cara bersama untuk lebih meningkatkan berfungsinya aspek2 tersebut, namun saling pengertian yang lebih mendalam bisa dicapai.

Pengertian yang lebih mendalam antara Presiden Soeharto dengan PM Malaysia yang baru itu, yang akan meneruskan kebijaksanaan mendiang Tun Abdul Razak, boleh dikatakan merupakan tambahan modal dalam menghadapi perkembangan selanjutnya.

Perkembangan keadaan yang cepat berubah lebih mudah dihadapi kalau diantara kedua pimpinan pemerintahan terdapat persamaan pendekatan, kesamaan pandangan, karena adanya saling pengertian.

Kesamaan pendekatan dan pandangan terhadap kerjasama ekonomi yang lebih kongkrit yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, adalah tindak lanjut yang diharapkan dari hasil pembicaraan itu.

Kerjasama yang lebih kongkrit di bidang keamanan di antara kedua negara dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional masing2 negara, kiranya merupakan tindak lanjut yang perlu dikembangkan.

Apakah kerjasama keamanan yang bukan persekutuan militer itu dapat diperluas mencakup region ASEAN, kiranya perlu pula dipikirkan untuk dibahas lebih mendalam dikemudian hari, karena terhadap masalah itu diperlukan keputusan bersama.

Antara Indonesia dan Malaysia tidak banyak terdapat perbedaan pandangan mengenai masalah2 tersebut, kalau tidak bisa dikatakan keduanya sejalan. Sehingga pembicaraan Soeharto – Datuk Hussein Onn, lebih banyak mengkongkritkan masalahnya untuk bisa dituangkan dalam KTT ASEAN mendatang. (DTS)

Sumber: PELITA (31/01/1976)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 35-37.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.