HASIL KUNJUNGAN KENEGARAAN PRESIDEN SOEHARTO POSITIF

KALANGAN DPR RI:

HASIL KUNJUNGAN KENEGARAAN PRESIDEN SOEHARTO POSITIF

Kalangan DPR RI di Jakarta hari Jumat menilai, kunjungan kenegaraan dan kunjungan kerja Presiden Soeharto ke empat negara sangat positif, terutama dilihat dari usaha menjalin saling pengertian untuk meningkatkan kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak.

Misalnya saja kunjungannya keAmerika Serikat dapat menyelesaikan masalah

yang tidak terselesaikan pada tingkat duta besar, kata anggota DPR RI dari Komisi (luar negeri) Chalid Mawardi dengan menunjuk pengumuman dubes AS untuk Indonesia John Houldridge oleh Presiden Reagan pada saat Presiden Soeharto sedang berada di negara itu.

Kunjungannya ke Spanyol dan Korea Selatan juga telah memantapkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan kedua negara tersebut, mengingat antara negara­negara itu dengan Indonesia yang akan memasuki Repelita IV akan mempunyai banyak persamaan.

Sedangkan kunjungannya ke Jepang telah memantapkan pengertian Indonesia tentang kecenderungan politik di Jepang yang di satu pihak meninjau kembali kebijaksanaan anggaran berimbang pemerintahan bekas Perdana Menteri Suzuki dan dipihak lain kecenderungan untuk memperbesar anggaran di bidang pertahanannya.

Bagi lndonesia kunjungan tersebut bisa meyakinkan tokoh-tokoh politik Jepang tentang vitalnya posisi Indonesia bagi kepentingan strategi Jepang sendiri, kata Chalid Mawardi dari Fraksi Persatuan Pembangunan.

Penuh Keterbukaan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Mardjuki Darusman, SH berpendapat, kunjungan kenegaraan dan kerja Presiden Soeharto ke luar negeri sangat positif, karena persiapannya sudah dilakukan lama, sehingga masalah-masalah pokok yang dibicarakan dengan para pemimpin negara-negara yang dikunjungi bisa dibahas secara matang dengan penuh keterbukaan.

Dengan demikian pengunduran diri Suzuki sebagai perdana menteri Jepang pada saat kunjungan Presiden Soeharto yang merupakan persoalan politik dalam negeri di Jepang tidak banyak mempengaruhinya dan tidak mengurangi keberhasilan kurtjungan Presiden Soeharto ke negeri Sakura ini, kata Mardjuki Darusman dari Fraksi Karya Pembangunan.

Sedangkan kunjungannya ke Spanyol, bisa membantu untuk meningkatkan kerja sama yang telah terjalin selama ini, terutama dalam bidang kerja sama teknologi pesawat terbang, karena industri teknologi pesawat terbang mempunyai dampak luas untuk menimbulkan kemampuan industri suatu bangsa.

Dikatakannya, kunjungannya ke AS, bersifat mempertegas hubungan persahabatan antara ke dua negara yang telah memperoleh momentum baru yang membuka kemungkinan peningkatan kerja sama yang lebih luas di masa depan dalam hubungan internasional.

Pengangkatan Dubes AS untuk Indonesia pada saat Presiden Soeharto berada di negara itu menandakan suatu komitmen pribadi Presiden Reagan dalam hubungan dengan kepentingan ke dua belah pihak, mengingat komitmen­komitmen pribadi sekarang ini merupakan faktor penting dalam hubungan internasional dalam upaya bersama menuju perdamaian dunia.

Kunjungan Presiden Soeharto ke Korea Selatan banyak memberikan manfaat mengingat Korea Selatan merupakan suatu negara yang langka dalam sumber daya alam namun berhasil mengadakan kompensasi dalam hal sumber daya manusianya.

Menyinggung pertemuan dengan empat tokoh Partai Demokratik Liberal Jepang, ia menilai pertemuan mereka dengan Presiden Soeharto menandakan kunjungan Presiden Soeharto ke Jepang mempunyai arti penting sekali bagi Jepang dan karenanya hubungan ke dua negara tidak akan mengalami perubahan dan malahan bisa diharapkan meningkat.

Menyinggung "ancaman dari utara" yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan Mardjuki Darusman berpendapat, pandangan Indonesia mengenai negara di sebelah utara tidak bisa digeneralisir karena walaupun Jepang itu "di utara", tetapi dalam kaitan dengan ancaman tersebut "utara itu belum tentu Jepang".

Masalah ini timbul, karena pers Jepang juga mempunyai pandangan tajam mengenai berbagai masalah, katanya. (RA)

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (23/10/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 904-905.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.