HARUS OPTIMIS HADAPI SEGALA BENTUK COBAAN

HARUS OPTIMIS HADAPI SEGALA BENTUK COBAAN[1]

 

 

Jakarta, Media Indonesia

Bangsa Indonesia harus memiliki optimisme dalam menghadapi dan mengatasi segala bentuk ujian dan cobaan. Bahkan lebih dari itu, tidak sekali-kali kehilangan kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki dalam menghadapi hari-hari mendatang yang penuh tantangan dan gejolak.

Ketua MPR Harmoko mengemukakan hal tersebut kemarin di Jakarta dalam pidatonya ketika membuka Sidang Umum MPR tahap II. Acara hari ini pertama Sidang Umum MPR kemarin adalah mendengarkan pidato pertanggungjawaban Presiden/Mandataris MPR.

Dalam menghadapi setiap gejolak, kata Harmoko, sebagai bangsa pejuang yang mengutamakan kerja keras, tidak perah santai dan tidak pernah kenal menyerah seperti dalam kata-kata Ungkapan bijak Jika takut dilanda ombak, jangan berumah di tepi pantai. Jika takut dilanda gejolak, jangan bersantai-santai.

Harmoko juga mengingatkan tantangan bangsa Indonesia ke depan terbentang semakin besar dan berat dalam memasuki abad ke-21.

“Saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi ujian dan cobaan akibat terjadinya gejolak dan krisis moneter yang berdampak ekonomi sosial. Gejolak dan krisis yang juga meIanda negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur itu, merupakan tantangan kehidupan glo­bal yang harus kita hadapi,” katanya.

Namun, ia menambahkan abad bam yakni abad ke-21 yang akan dimasuki itu penuh dengan tantangan, peluang dan harapan baru.

“Oleh karena itu, tiada lagi pilihan bagi kita kecuali memaknai Sidang Umum Majelis tahap II ini dengan produk dan karya yang dapat memenuhi harapan dan tuntutan rakyat masa kini, dan yang dapat mengantisipasi perkembangan kebutuhan rakyat di masa depan, berupa keputusan-keputusan dan ketetapan-ketetapan MPR sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara dalam melaksanakan dan melanjutkan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila,” ujarnya.

Disadari bahwa, betapa berat dan besar tugas yang diemban Majelis dalam meletakkan rumusan-rumusan dasar untuk menjawab tantangan memanfaatkan peluang dan memenuhi harapan abad bam tersebut, terlebih lagi di tengah krisis moneter seperti sekarang ini.

Harmoko mengharapkan, Majelis hendaknya tidak ragu atau waswas dalam melaksanakan pembangunan dan amanat rakyat.

Di bagian lain pidatonya, Harmoko menandaskan pentingnya tugas konstitusional yang harus diemban MPR. Dalam hal menyangkut penetapan UUD, MPR sejak awal Orde Baru telah bertekad mempertahankan UUD 1945, tidak berkehendak dan tidak akan melakukan pembahan terhadapnya serta akan melaksanakan secara murni dan konsekuen. (Wdh/D-12)

Sumber: MEDIA INDONESIA (12/05/1998)

___________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 277-278.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.