Haru Dan Iba

Bumiayu, 19 September 1998

Kepada

Bapak H. Moch. Soeharto

Mantan Presiden RI

di rumah

 

HARU DAN IBA [1]

 

Assalamu’ alaikum wr. wb.

Maksud kami mengirim surat kepada yang terhormat Bapak H. Soeharto mantan presiden RI ke-2 tidak lain untuk melampiaskan rasa haru dan iba, setelah menyaksikan tayangan-tayangan di lintasan 5 dan 6 termasuk cakrawala ANTV.

Saya pribadi tahu secara lisan dan ikut berjuang dengan Bapak Soeharto sewaktu Bapak menjabat sebagai Pangdam VII Diponegoro. Waktu itu Bapak H. Moch. Soeharto berpangkat Kolonel (th. 1956 sampai dengan thn 1959).

Waktu itu kami berstatus sebagai tobang atau pelayan, yang tiap hari nyadong nasi ke dapur umum demi menjamin anggota tentara yang tergabung sebagai anggota GBN (Gerakan Banteng Nasional). Semuanya Alhamdulillah bisa berjalan dan terlaksana dengan lancar dan normal.

Setelah kami menyaksikan berita-berita di TVRI, ANTV, dll kok akhirnya banyak penilaian yang tidak mengakui semua perjuangan Bapak. Tapi tidak mengapa Pak, semuanya Tuhanlah yang lebih mengetahui dan lebih adil.

Bumi dan langit serta alam semesta semula tidak ada, dan akhirnya akan tidak ada, kembali ke asalnya. Semuanya serahkan kepada-Nya. Yang kami pinta, semoga Bapak H. M. Soeharto senantiasa diberi kekuatan lahir dan bathin, dikuatkan iman serta Islamnya, dalam menghadapi cobaan hidup ini.

Sekian kata haru dari kami mantan bawahan Bapak di masa perjuangan GBN tahun 1955 sampai dengan tahun 1963, berakhir dengan memberantas gerombolan DI-TII.

Wassalamu’alaikum wr. wb (DTS)

Hormat kami,

Wakib Aswad

Jawa Tengah

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 840-841. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi Kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.