HARMOKO : INFLASI MEI 0,19 PERSEN, ANGKA MODERAT

HARMOKO : INFLASI MEI 0,19 PERSEN, ANGKA MODERAT[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah merasa gembira karena inflasi pada bulan Mei adalah 0,19 persen, sebuah angka yang moderat, apalagi perekonomian nasional secara makro tetap mantap sekalipun berlangsung kegiatan pemilu.

“Meskipun ada kegiatan pemilu, situasi ekonomi secara makro tetap stabil, cukup tenang dan terkendali.” kata Menpen Harmoko di Bina Graha, Rabu, seusai berlangsungnya Sidang Kabinet Terbatas Bidang Ekku, Wasbang dan Prodis yang dipimpin Presiden Soeharto.

Pada acara yang dihadiri pula oleh Wakil Presiden Try Sutrisno, Menko Polkam Soesilo Soedarman,Menhankam Edi Sudradjat serta Pangab Jenderal TNI Feisal Tandjung, dibahas angka inflasi selama tahun anggaran 1997/98 sebesar 0,75 persen dan tahun takwim 2,71 persen.

Menurut Harmoko, angka inflasi selama tahun anggaran ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 0,84 persen dan pada tahun takwim juga lebih kecil dibanding periode yang sama tahun takwim 1996 sebesar 4,10 persen.

Penyebab inflasi itu adalah kenaikan harga pada kelmpok sandang 0,09 persen ; aneka barang dan jasa 0,08 persen ; makanan 0,30 persen serta perumahan 0,22 persen.

Ketika menyinggung neraca perdagangan, Harmoko menjelaskan ekspor pada bulan Maret adalah 4,064 miliar dolar AS dibanding impor 3,821 miliar dolar AS sehingga terjadi surplus 243,030 juta dolar AS.

Ekspor itu terdiri atas ekspor komoditi migas 960,9juta dolar AS dan nonmigas 3,103 miliar dolar AS. Sementara itu, impor terdiri atas migas 491,041 juta dolar AS dan nonmigas 3,329 milar dolar AS.

Menurut Menpen, ekspor selama periode April’96 hingga Maret’97 adalah 50,959 miliar dolar AS dibanding impor 43,969 miliar dolar AS sehingga Indonesia menikmati surplus 6,989 miliar dolar AS.

Pada sidang ini juga dibahas perkembangan pariwisatakhususnya bulan April yang mendatangkan devisa 398,8 juta dolar AS, turun 5,3 persen dibanding bulan April 96.

“Ini adalah penurunan yang pertama kali terjadi pada tahun’97. Devisa yang dihasilkan pariwisata selama bulan januari-April’97 adalah 1,609 miliar dolar AS, naik 1,8 persen dibanding periode yang sama tahun’96.” katanya.

Dalam sidang inijuga dibahas upaya untuk meningkatkan produksi kacang kedelai danjagung karena angka impor yang masih cukup besar.

Sumber : ANTARA (04/06/1997)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 371-372.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.