HARMOKO: HARUS OPTIMIS HADAPI GEJOLAK

HARMOKO: HARUS OPTIMIS HADAPI GEJOLAK[1]

 

Jakarta, Republika

Sebuah pantun dilontarkan Ketua DPR/MPR Harmoko, kemarin, ketika membuka Sidang Umum MPR Tahap Kedua.

“Jika takut, dilanda ombak, jangan berumah di tepi pantai. Jika takut dilanda gejolak, jane,….,santai-santai,” kata Harmoko.

Pantun itu sekaligus menjadi harapan ketua majelis, kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam menghadapi setiap gejolak. Masalah gejola-khususnya gejolak moneter- mendapat penekanan khusus dalam pidato pembukaan yang diikuti 997 anggota MPR tersebut.

Ketua Umum DPP Golkar ini mengingatkan, sebagai bangsa pejuang, hendaknya diutamakan kerja keras dan tidak kenai menyerah. Ia yakin sebagai bangsa yang tahan uji, tahan cobaan dan tahan penderitaan, tidak perlu ragu dan was-was melaksanakan pembangunan dan amanat rakyat.

“Kita harus tetap memiliki optimisme dalam menghadapi dan mengatasi segala bentuk ujian dan cobaan,” kata Harmoko.

Hadir dalam Rapat Paripurna kemarin, Presiden Soeharto dan Wapres Try Sutrisno, anggota Kabinet Pembangunan VI, pimpinan lembaga tinggi negara, mantan wapres Sudharmono, kalangan diplomatik serta para pejabat sipil dan militer. Dalam rapat paripurna itu, Presiden Soeharto menyampaikan ringkasan Pidato Pertanggungjawaban setebal 30 halaman.

Kemarin, Ketua MPR juga mengajak seluruh hadirin mengheningkan cipta sejenak, untuk: mendoakan arwah tiga anggota MPR. Tiga anggota yang meninggal dunia adalah KH Latief Mochtar (FPP), Soesilo Soedarman dan Nurdin Abdul Rahman (FKP).

Harmoko menyatakan betapa berat dan besar tugas yang diemban majelis dalam meletakkan rumusan-rumusan dasar untuk: menjawab tantangan, memanfaatkan peluang dan memenuhi harapan abad baru.

“Terlebih di tengah krisis yang melanda sekarang ini,” ujarnya.

“Menghadapi hal ini, selain optimisme bahwa kita akan mampu mengatasi masalah, kepercayaan diri dianggapnya penting. Sebagai umat beragama, kita harus yakin bahwa Tuhan tidak akan memberikan beban di luar batas kemampuan umat-Nya,” ujar Harmoko yang juga ketua DPR Rl. Ia menyitir pula sebuah kata mutiara, hubbul wathon minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman).

Ketika menyampaikan pengantar, setelah mendengarkan pidato Pertanggungjawaban Presiden Soeharto, Harmoko menyatakan bahwa Presiden telah membudayakan nilai-nilai asas kepemimpinan. Ia kemudian menyitir sebuah hadis, setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin bertanggungjawab atas kepemimpinannya.

Pada bagian lain, Harmoko mengemukakan Badan Pekerja MPR (BP MPR) telah menyelesaikan satu rancangan keputusan (rantus) dan tujuh rancangan ketetapan (rantap). Materi yang dibahas dalam BP MPR- sejak Oktober 1997 hingga Januari 1998- itu telah disepakati secara mufakat bulat untuk: diajukan dan disahkan dalam Sidang Umum (SU) MPR Tahap II ini.

Kesepakatan itu sekaligus juga menjadi bukti,

“Kita makin dewasa dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dengan dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi Pancasila,” tuturnya.

Ia mengingatkan, masih ada kesempatan sekitar dua minggu untuk: mendalami dan mempelajari secara seksama bahan-bahan yang disiapkan oleh BP MPR tersebut. Tujuh rantap yang diselesaikan BP MPR adalah rantap tentang jadwal Acara SU MPR tahap II 1-11 Maret 1998, rantap tentang Perubahan dan Tambahan atas TAP IIMPR/ 1983 tentang tata Tertib MPR, rantap tentang GBHN, rantap tentang Pertanggungjawaban Presiden Rl Soeharto selaku Mandataris MPR Rl, rantap tentang Pengangkatan Presiden Rl, rantap tentang Pemberian Tugas dan Wewenang Khusus kepada Presiden Mandataris MPR dalam rangka Penyuksesan dan Pengamanan Pembangunan Nasional sebagai Pengamalan Pancasila serta rantap tentang pengangkatan wapres. ban/poy

Sumber: REPUBLIKA (02/03/1998)

________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 98-99.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.